| |

BNPB Catat Belasan Rumah di Semarang Rusak Akibat Angin Kencang

JAKARTA [BahteraJateng]- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 18 rumah di dua kecamatan di Kota Semarang rusak akibat bencana angin kencang pada kurun waktu Senin (28/7) hingga Selasa.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D mengatakan, di tengah musim kemarau, cuaca ekstrem masih terjadi di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.

“Hujan disertai angin kencang melanda tiga kelurahan berada di dua kecamatan yaitu Kelurahan Busulan di Kecamatan Tembalang dan Kelurahan Gedawang dan Kelurahan Jabungan di Kecamatan Banyumanik,” kata Abdul, Selasa (29/7).

Dia melanjutkan, penanganan darurat warga terdampak masih dilakukan oleh BPBD Kota Semarang dan instansi terkait lainnya.

BNPB, kata dia, mengimbau pemerintah daerah, terutama di enam provinsi prioritas rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana tersebut. Imbauan ini berlaku memasuki puncak musim kemarau pada akhir Juli hingga awal Agustus 2025. Prakiraan curah hujan pada dasarian keempat Juli hingga dasarian pertama Agustus 2025 menunjukkan kondisi rendah, yakni di bawah 50 mm.

“Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apapun saat cuaca panas terik, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Selain itu tidak membakar lahan tanpa izin dari pemerintah setempat demi mencegah timbulnya titik api,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *