CEO Persipa Pati Keluhkan Subsidi dari PT LIB Belum Cair Dua Bulan
PATI[BahteraJateng] – CEO Persipa Pati, Joni Kurnianto, menyampaikan kekecewaannya atas keputusan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) terkait laga Deltras Sidoarjo melawan Persibo Bojonegoro. Ia menilai keputusan tersebut tidak hanya merugikan klub, tetapi juga mengacaukan persaingan Liga 2 Indonesia.
Menurut CEO Persipa Pati tersebut, perubahan jadwal dan grup pertandingan yang dilakukan PT LIB berdampak pada penurunan fisik pemain serta meningkatnya biaya operasional klub.

Ia menambahkan, hingga saat ini subsidi dari PT LIB untuk bulan Desember 2024 dan Januari 2025 belum cair, yang semakin menambah beban finansial Persipa.
“Dua bulan ini subsidi belum cair. Itu menjadi beban bagi kami, terutama saat kami harus mencari tambahan dana dari sponsor. Doakan saja agar semuanya lancar,” kata Joni.

Persipa Pati kini menghadapi babak play-off Liga 2 di grup bersama Persipura Jayapura dan Persipal Palu. Joni mengakui, perubahan grup yang mendadak menambah tekanan bagi klub berjuluk Laskar Saridin tersebut.
“Kami justru bertemu Persipura, yang jelas lebih berat. Saya kecewa dengan keputusan PT LIB, terlebih putusan wasit bisa diubah di atas meja,” ungkapnya.
Joni juga menyoroti kericuhan pada laga Deltras Sidoarjo vs Persibo Bojonegoro yang memicu perubahan hasil pertandingan. Ia menyebut keputusan PT LIB sebagai hal memalukan dalam dunia sepak bola.
“Saya sedih dan kecewa. Sejak 2007 saya berkecimpung di sepak bola, ini keputusan paling konyol. Seolah-olah nyawa pemain tidak ada harganya demi lolos 8 besar,” tegasnya.
Meski frustrasi, Joni mengajak semua pihak untuk menjaga sportivitas dan tidak bertindak anarkis. Ia juga mengkritik model pengambilan keputusan yang justru membuka peluang bagi klub lain untuk melakukan tindakan tidak terpuji demi keuntungan.
“Saya kaget dengan keputusan ini. Semua tim nanti bisa berpikir, kalau mau menang cukup ribut dan viral, lalu hasil pertandingan berubah. Ini tidak benar,” jelasnya.
Di tengah tekanan ini, Joni menyatakan kesiapannya untuk tetap menjaga keamanan pertandingan dan pemain. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk mundur dari dunia sepak bola jika situasi tidak membaik.(sun)

