Disdik Evaluasi Penyebab Sejumlah SD Negeri Semarang Kekurangan Murid
SEMARANG[BahteraJateng] – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah sekolah dasar (SD) negeri yang mengalami kekurangan murid pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui penyebab menurunnya minat masyarakat terhadap beberapa SD negeri.
Kepala Disdik Kota Semarang, Mohammad Ahsan, mengatakan pihaknya menduga telah terjadi pergeseran pilihan masyarakat ke sekolah lain, seperti SD swasta, Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri maupun swasta, serta lembaga pendidikan lainnya.
“Ini menjadi perhatian kami bahwa ada pilihan masyarakat yang bergeser, sehingga kami perlu evaluasi yang lebih mendalam mengapa beberapa SD negeri itu tidak menjadi pilihan masyarakat,” ujar Ahsan saat ditemui di Sekolah Rakyat Rowosari pada Kamis (16/7).
Menurutnya, secara jumlah seharusnya daya tampung SD negeri dapat terpenuhi. Disdik mencatat lulusan Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Semarang mencapai 22.567 anak, sementara kuota penerimaan SD negeri hanya sekitar 14.530 siswa.
Karena itu, Disdik akan memetakan persoalan yang dihadapi masing-masing sekolah. Hasil evaluasi akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang dibutuhkan, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, mutu pembelajaran, kompetensi guru, hingga pemberian afirmasi bagi sekolah yang kekurangan peserta didik.
“Nanti kami akan melengkapi sarana prasarana, melakukan intervensi, meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu guru. Setiap sekolah yang kekurangan murid mungkin memiliki problem yang berbeda-beda,” katanya.
Ahsan menambahkan, secara umum pelaksanaan SPMB 2026 berjalan baik. Meski demikian, pemerintah tetap memberi perhatian khusus kepada SD negeri yang belum mampu menarik minat masyarakat agar kualitas layanan pendidikannya semakin meningkat dan mampu bersaing dengan sekolah lainnya.

