Fosil Tanduk Kerbau Purba 250.000 Tahun Ditemukan di Blora
BLORA[BahteraJateng] – Penemuan fosil tanduk kerbau purba dengan nama latin Bubalus palaeokerabao dan diperkirakan berusia 250.000 tahun ditemukan oleh warga Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Blora pada Selasa (29/7) lalu.
Fosil Bubalus palaeokerabau yang memiliki panjang 120 sentimeter dan lebar 24 sentimeter, saat ini diamankan tim teknis bidang kebudayaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.
Pengelola Rumah Artefak sekaligus Petugas Pengelola Cagar Budaya Dinporabudpar Blora, Lukman Wijayanto, mengatakan penemuan fosil berawal dari laporan Ngadi (62) dan warga setempat saat mencari pasir di sungai pada Selasa (29/7).
“Warga menemukan fosil saat mencangkul pasir. Mereka melapor ke perangkat desa, yang kemudian meneruskan ke kami,” ujar Lukman di Blora beberapa waktu lalu.
Tim teknis Dinporabudpar diterjunkan ke lokasi di Dukuh Kedungpereng, Desa Gondel, dan menemukan fragmen tambahan berupa tengkorak (kranium) dan rahang kerbau purba.
Saat ini, tengkorak dan rahang telah diamankan di Rumah Artefak Blora, sementara tanduk masih disimpan di rumah warga.
Lukman menerangkan, untuk penanganan fosil mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pelestarian Cagar Budaya Kabupaten Blora.
Berdasarkan kontur dan tekstur tanah di lokasi, yang merupakan tanah tufan, ia menduga masih banyak fosil besar lain yang tertanam utuh.
“Di titik temuan, fragmen masih banyak, kemungkinan ada fosil besar lain yang belum terangkat,” tandasnya.(sun)

