Perwakilan klub Secret Speed menyerahkan simbolis bantuan kepada anak-anak Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Husna, Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Jumat (21/3).(BahteraJateng)
|

Hapus Stigma Negatif, Secret Speed Gelar SSC di Panti Asuhan Darul Husna Gunungpati 

SEMARANG[BahteraJateng] – Komunitas otomotif Secret Speed kembali menggelar kegiatan sosial tahunan bertajuk Semarang Social Charity (SSC) ke-10 di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Husna, Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Jumat (21/3).

Ketua Umum Secret Speed, Caesar Yehezkiel Julian Nender, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah berlangsung selama 10 tahun setiap bulan Ramadan.


“Kami selalu mengadakan charity untuk anak-anak panti asuhan. Ini sudah tahun ke-10 kami melaksanakan kegiatan ini,” ujar Caesar.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengubah stigma negatif masyarakat tentang komunitas mobil yang sering dianggap hanya sekadar nongkrong.


“Kita ingin menghapus stigma masyarakat tentang anak klub mobil yang sukanya nongkrong di pinggir jalan. Klub otomotif tidak selalu negatif negatif. Setidaknya dengan kegiatan ini, kita berbuat kebaikan untuk sesama,” tutur Caesar.

Dalam kegiatan tersebut, Secret Speed memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, pakaian, dan perlengkapan bayi.

“Sebelumnya, kami sudah berkoordinasi dengan pengurus panti untuk mengetahui kebutuhan mereka. Setelah tahu ada bayi yang baru dititipkan, kami menambahkan perlengkapan bayi seperti popok dan susu,” imbuh Caesar.

Wakil Ketua Umum Secret Speed, Muhammad Anjas Wylie Pracipto, menjelaskan bahwa komunitas ini memiliki 100 anggota dari empat chapter, yaitu Semarang, Ungaran, Kudus, dan Pati.

“Kami tidak memiliki persyaratan khusus terkait jenis mobil. Siapa pun yang memiliki minat terhadap otomotif bisa bergabung,” ujarnya.

Sementara itu, pendiri Panti Asuhan Darul Husna, Arwani, mengaku senang dan sangat tersentuh dengan kepedulian komunitas Secret Speed.

“Saya tidak menyangka bahwa anak-anak muda yang suka nongkrong di jalan  masih memiliki kepedulian terhadap sesama. Ini menjadi contoh bahwa kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari cashingnya (tampilan luar-red),” katanya.

Arwani juga menjelaskan bahwa panti asuhan ini telah berdiri sejak 2018 dan kini menampung 95 anak dari berbagai daerah. Dengan bantuan donatur, panti ini telah memiliki asrama putri dan masjid.

Selain memberikan bantuan, anggota Secret Speed juga mengadakan buka puasa bersama dan membagikan hadiah melalui kuis keagamaan bagi anak-anak panti.(sun)

One Comment

  1. alhamdulillah…….. kami perwakilan pengurus panti asuhan darul husn mengucapkan banyak terimakasih atas kunjungan dan donasinya, semoga tambah jaya tambah sukses serta tambah berkah semuanya,aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *