Harga Bawang Masih Tinggi, Ahmad Luthfi Bakal Sikat Praktik Tengkulak Mafia Pangan
UNGARAN[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas praktik tengkulak dan mafia pangan yang menyebabkan harga kebutuhan pokok tetap tinggi di pasaran, terutama bawang merah.
“Kalau ada yang sengaja menahan barang dan bikin harga naik, saya minta ditindak. Kalau tak bisa, serahkan ke Polda. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegas Luthfi saat Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah di Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang pada Senin (6/10).
Ia menyoroti masih mahalnya harga bawang merah, padahal Jawa Tengah merupakan salah satu sentra produksi terbesar di Indonesia.
“Bawang merah kita ini jagoan, tapi kok masih mahal. Pasti ada yang tersumbat. Ini yang harus diurai,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Luthfi meminta PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) sebagai BUMD pangan milik provinsi untuk turun langsung memperkuat pasokan dan penetrasi harga di pasar.
“JTAB jangan hanya cari untung, tapi bantu stabilkan harga. Tambah armadanya, masuk pasar-pasar yang langganan inflasi. Rugi dulu gak apa-apa, lama-lama untung,” katanya.
Gubernur menegaskan pentingnya langkah konkret dalam pengendalian inflasi daerah, bukan sekadar rapat dan laporan rutin.
“Kalau hanya rapat tiap minggu tapi harga tetap tinggi, berarti kebijakan kita belum nyentuh masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data TPID Jawa Tengah, inflasi September 2025 tercatat 0,21 persen (month to month), naik dari Agustus yang mengalami deflasi -0,10 persen. Secara tahunan (year on year), inflasi mencapai 2,65 persen, meningkat dibanding 2,48 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lima komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi yakni daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, emas perhiasan, dan telur ayam ras. Adapun komoditas penyumbang deflasi antara lain bawang putih, tarif kereta api, dan bensin.
Berbagai langkah pengendalian telah dilakukan Pemprov Jateng, seperti Gerakan Petani Peduli Inflasi Cabai di Kabupaten Magelang pada 22 September 2025, serta Gerakan Pangan Murah yang sudah digelar di 1.597 titik hingga 26 September, dengan dukungan APBN, APBD, dan lembaga lainnya.
Selain itu, Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin juga menggagas sebelas program prioritas, di antaranya penguatan ekosistem ekonomi syariah serta pengembangan desa maju dan berdaya. (sun)


