Matheus Wiwit Kustiyadi
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Matheus Wiwit Kustiyadi, saat diwawancarai perihal kemungkinan dilakukan penyelidikan oleh kepolisian terkait kebakaran misterius di Seyegan, Sleman, Senin (15/6/2026). (Foto. BahteraJateng/HH)
|

Hasil Kajian Sebut Kebakaran Misterius di Seyegan Tak Dipicu Faktor Alam

YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Fenomena kebakaran berulang yang terjadi secara misterius di sebuah rumah di Padukuhan Kasuran, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, dipastikan bukan disebabkan oleh faktor alam. Kesimpulan tersebut diperoleh setelah serangkaian penelitian dilakukan oleh sejumlah akademisi dan instansi terkait.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UPN Veteran Yogyakarta tidak menemukan adanya hubungan antara kondisi alam maupun temuan di lokasi dengan munculnya api yang berulang kali membakar rumah tersebut.

Menurut Bambang, hasil kajian tersebut menjadi dasar bagi BPBD untuk menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada pihak kepolisian guna mengungkap penyebab pasti dari kebakaran misterius tersebut.

“Fenomena alam tidak menyebabkan kemunculan api seperti yang terjadi di lokasi itu. Karena itu, untuk mengetahui penyebab sebenarnya, kami menyerahkan proses selanjutnya kepada kepolisian untuk dilakukan penyelidikan,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, sejak pertama kali terjadi pada 23 Juni lalu, api misterius itu tercatat muncul hingga 126 kali. Namun dalam dua hari terakhir tidak lagi ditemukan kejadian serupa.

“Terakhir kali api muncul pada malam Sabtu. Sebelumnya pada malam Jumat juga ada satu kejadian saat warga menggelar yasinan,” katanya.

Terkait kerugian yang ditimbulkan, BPBD Sleman belum melakukan pendataan secara rinci. Meski demikian, berdasarkan informasi sementara, nilai kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp45 juta.

Sebagai langkah pengamanan, BPBD juga telah memasang kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Selain menjaga aset yang masih tersisa, rekaman CCTV diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab munculnya api.

“Masih ada sejumlah barang yang tersisa seperti lemari es dan tabung gas. Karena banyak orang keluar masuk lokasi, CCTV juga dipasang sebagai bukti pendukung. Jika diperlukan oleh kepolisian, kami siap menyerahkan rekamannya,” jelas Bambang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Matheus Wiwit Kustiyadi, mengatakan pihaknya selama ini turut mendampingi proses penelitian yang dilakukan oleh para akademisi maupun Pemerintah Kabupaten Sleman.

Menurutnya, seluruh hasil kajian yang telah dipaparkan akan dipelajari lebih lanjut sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada unsur pidana atau tidak. Proses tersebut akan melibatkan ahli maupun instansi terkait,” ujar Wiwit.

Ia menambahkan, berbagai data dan temuan yang diperoleh dari para peneliti serta BPBD akan menjadi bahan kajian dalam proses penyelidikan.

“Bahan-bahan yang diberikan para ahli maupun BPBD akan kami telaah. Nanti akan diketahui apakah temuan tersebut dapat menjadi alat bukti dan apakah kasus ini bisa berkembang ke ranah hukum,” katanya.

Terkait pemasangan CCTV, Wiwit menilai langkah tersebut penting untuk membantu mengumpulkan fakta-fakta di lapangan, termasuk kemungkinan adanya penyebab lain di luar fenomena yang telah diteliti sebelumnya.

“Selain untuk mengetahui sumber api, CCTV juga berfungsi menjaga keamanan lingkungan. Semua informasi yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar untuk mengungkap fakta yang sebenarnya,” pungkasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *