Ina Cookies Merintis Usaha dari Pintu ke Pintu
JAKARTA [BahtetaJateng]- Inovasi dan semangat kewirausahaan menjadi modal Pemilik Ina Cookies, Ina Wiyandini dalam mengembangkan bisnis kue kering. Salah satu kisah perempuan berdaya serta berdampak bagi komunitas di sekitar.
Ina menjadi salah satu sosok inspiratif membuktikan perempuan memiliki peran besar dalam membuka lapangan pekerjaan dan menginspirasi generasi selanjutnya.
“Tidak ada usaha instan, perjalanan lebih dari 33 tahun Ina Cookies untuk bertahan menjadi kisah manis tentang bagaimana perempuan dapat bangkit dan berinovasi,” ungkap Ina, belum lama ini.
Dedikasi Ina Wiyandini dalam membangun bisnis UMKM kue kering asal Bandung, menggambarkan perempuan dapat tumbuh dan membawa perubahan. Ina juga kerap beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan melebarkan jangkauan penjualan online.
“Percaya pada takdir dan cerita Sang Maha Kuasa adalah hal terbaik. Kepahitan yang saya alami saat berjualan jahe gajah kala itu justru kini menjadi alasan terbesar untuk bersyukur,” kata dia.
Perjalanan berbisnis kue kering dimulai dari tahun 1992. Kala itu bisnie kue kering masih jarang sedangkan permintaan menjelang hari raya sangat tinggi. Dia bertekad meminjam modal dari saudara dan belajar membuat lima jenis kue kering.
“Saya memulai dari nol. Dari nastar hingga putri salju, saya merintis bisnis kecil-kecilan, menjual secara door-to-door, baik ke saudara maupun tetangga, dan memproduksi kue dari dapur rumah dengan peralatan seadanya,” kata dia.
Perlahan demi perlahan belajar mengenai strategi pemasaran efektif dan cara mempertahankan bisnis di berbagai gempuran zaman, terutama masuk ke era digitalisasi pemasaran online.
“Setiap tahunnya, permintaan kue kering meningkat pesat, menjadi kesempatan emas bagi UMKM dan brand lokal untuk berkembang lebih jauh. Bulan Ramadan selalu menjadi momen penting bagi Ina Cookies,” kata dia.
Peranan teknologi dalam perjalanan kesuksesan bisnis kue kering semakin besar. Ina mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang.
Di Ramadan tahun 2024, Ina Cookies berhasil mencatatkan peningkatan penjualan lebih dari 2x lipat dibanding Ramadan tahun sebelumnya. Ramadan tahun ini, Ina Cookies juga akan mengeluarkan Gable Box dan Hampers untuk variant toples reguler, toples kaca dan toples kombinasi dengan berbagai varian jumlahnya. Mulai isi dua toples, tiga toples sampai dengan enam toples.
“Sehingga dapat mengakomodir semua keperluan calon pembeli untuk persiapan hari raya,” kata dia.
Selama tiga dekade berbisnis, perjalanan Ina Cookies menjadi bukti nyata ketekunan dan inovasi berkelanjutan adalah aspek utama. Dari awalnya hanya memproduksi lima jenis kue, kini Ina Cookies telah mengembangkan lebih dari 250 varian kue kering. Dalam hal ini, inovasi terbaru seperti Cookies Vegan, teh dari edible flower.
Menjadi salah satu brand kue kering dengan varian terbanyak di Indonesia sejak 33 tahun berdiri. Dari produksi hingga pemasaran, Ina Cookies tetap memberdayakan tenaga kerja manusia dengan lebih total 500 karyawan tanpa menggantinya dengan mesin.
“Karyawan yang sudah lebih bekerja 15 tahun ke atas, mendapatkan hadiah tanah maupun rumah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka sudah tumbuh bersama Ina Cookies,” kata dia.


