KAI Daop 5 Tinggikan Peron Stasiun Maos untuk Tingkatkan Pelayanan
CILACAP[BahteraJateng] – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto melakukan peningkatan fasilitas pelayanan di Stasiun Maos, Kabupaten Cilacap, sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pelanggan.
Peningkatan tersebut meliputi penataan infrastruktur berupa peninggian dua peron di Stasiun Maos agar sejajar dengan lantai kereta. Panjang peron juga diperluas signifikan, dari semula 135 meter menjadi 296 meter, guna mendukung pelayanan kereta api dengan rangkaian lebih panjang.

Selain itu, area overcapping atau kanopi peron di Stasiun Maos diperpanjang untuk memberikan perlindungan dari panas dan hujan.
Fasilitas lain seperti atap, lantai stasiun, dan musala juga dibenahi. Lantai keramik diganti dengan granit, dan musala direvitalisasi agar lebih representatif.

“Dengan peron yang lebih tinggi, pelanggan, khususnya lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, akan lebih mudah dan aman saat naik turun kereta,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro, Selasa (1/7).
Di sisi depan stasiun, KAI juga membuka area komersial yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk mengembangkan kegiatan ekonomi melalui mekanisme sewa resmi yang dikelola oleh KAI.
Langkah ini sejalan dengan tren peningkatan jumlah pengguna jasa. Pada semester I 2025, tercatat sebanyak 104.117 penumpang naik dan turun di Stasiun Maos, naik dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencatatkan 102.753 penumpang.
KAI Daop 5 optimistis, peningkatan infrastruktur dan fasilitas tersebut akan menjadikan Stasiun Maos sebagai simpul pelayanan transportasi yang lebih andal, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Sebagai informasi, peron adalah area di stasiun kereta api, halte, atau tempat pemberhentian transportasi rel lainnya yang sejajar dengan rel kereta api dan berfungsi sebagai tempat penumpang naik dan turun dari kereta.(sun)

