Karhutla di Semarang
Petugas Damkar Kota Semarang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang selama musim kemarau.(Dok. Damkar Semarang)

Karhutla Meluas di Semarang, Damkar Catat 40 Titik Kebakaran Lahan Selama Juli

SEMARANG[BahteraJateng] – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang selama musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mencatat sedikitnya 40 laporan kebakaran lahan sepanjang Juli 2026, dengan mayoritas kejadian membakar area ilalang.

Sejumlah titik yang terbakar tersebar di berbagai kecamatan. Kasus terbaru terjadi di hutan jati kawasan Sigar Bencah, Bukit Teletubbies, dan area golf Klipang di Kecamatan Tembalang. Selain itu, kebakaran juga terjadi di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang Timur, kawasan Perum Plamongan Indah di Pedurungan, ilalang di depan Jalan Arteri Yos Sudarso, hingga lahan di kompleks Makam Ereveld Kalibanteng.


Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan kebakaran lahan pada musim kemarau merupakan kejadian yang hampir selalu berulang setiap tahun.

“Pengalaman dari teman-teman itu kayak langganan, setiap tahun kalau musim panas kok kebakaran ilalang. Lokasinya sama terus,” ujar Tantri pada Jumat (24/7).


Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Dugaan adanya unsur kesengajaan masih belum bisa dibuktikan.

“Ini kayak ada kesengajaan, tetapi kami belum bisa menemukan bukti bahwa itu disengaja dibakar,” katanya.

Tantri menjelaskan, proses pemadaman di beberapa lokasi cukup menantang karena medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Di Bukit Teletubbies, api membakar area sekitar 100 meter. Sementara di kawasan hutan jati Sigar Bencah, titik api berada sekitar 20 meter dari bahu jalan sehingga petugas harus berjalan kaki menuju lokasi.

Meski menghadapi kendala akses, personel Damkar berhasil mengendalikan dan memadamkan api sehingga tidak meluas ke area yang lebih besar.

Mengantisipasi bertambahnya kejadian serupa selama musim kemarau, Damkar Kota Semarang mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.

Selain itu, Damkar juga telah mengedarkan surat imbauan kepada seluruh camat dan lurah agar diteruskan hingga tingkat RT, RW, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas guna meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

Tantri juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan keamanan instalasi listrik di rumah, terutama saat rumah ditinggalkan.

“Kemudian, khususnya penghuni rumah ya, jangan meninggalkan aliran listrik stop kontak. Kalau ditinggal pergi itu dicabut atau dilepas, dan gunakan kabel-kabel listrik yang standar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *