Mahasiswa Unnes Latih Budidaya Ikan, Ubah Pakan Pabrikan Jadi Pelet Lewat Teknologi “Bed Dryer”
PATI[BahteraJateng] – Suasana rumah produksi Tlogorejo tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 10.00 WIB, sejumlah warga yang bergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan Berkah Alam Nusantara berkumpul untuk mengikuti pelatihan pembuatan pelet atau pakan ikan sendiri dengan bantuan mesin pengering otomatis atau bed dryer yang dibekali kemampuan memproduksi pakan ikan sendiri tanpa harus terus bergantung pada pakan pabrikan yang mahal.
Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada kelompok pembudidaya ikan agar mampu memproduksi pakan ikan secara mandiri dengan bantuan teknologi pengering otomatis, sehingga dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha budi daya ikan.
Selama ini, kebutuhan pakan ikan bagi kelompok pembudidaya di Desa Sarimulyo masih banyak bergantung pada pakan pabrikan yang harganya relatif tinggi dan kerap menjadi beban utama biaya operasional. Proses penjemuran pelet secara konvensional yang mengandalkan sinar matahari juga dinilai kurang efisien karena sangat bergantung pada cuaca dan memakan waktu lama. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Semarang melalui program Pemberdayaan Desa Binaan Desa Sarimulyo Berbasis Inovasi Teknologi Terintegrasi Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional bersama kelompok sasaran menginisiasi pelatihan ini agar proses pengeringan pakan menjadi lebih cepat, higienis, dan tidak bergantung cuaca.
Dalam pelatihan tersebut, menghadirkan Pak Sarkawi sebagai narasumber yang memaparkan tahapan pembuatan pelet ikan, mulai dari pemilihan dan pencampuran bahan baku, proses pencetakan, hingga pengeringan menggunakan mesin bed dryer. Ia menjelaskan bahwa penggunaan mesin pengering ini dapat mempersingkat waktu pengeringan dibandingkan metode penjemuran manual, sekaligus menjaga kualitas dan kandungan gizi pelet agar tetap terjaga. “Dengan bed dryer, proses pengeringan pelet bisa lebih cepat dan hasilnya lebih konsisten dibandingkan hanya mengandalkan panas matahari,” ujar Pak Sarkawi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak Faisal selaku anggota Pemberdayaan Desa Binaan UNNES Desa Sarimulyo, serta anggota Kelompok Pembudidaya Ikan Berkah Alam Nusantara. Bapak Faisal menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata memberdayakan kelompok pembudidaya melalui teknologi tepat guna yang sederhana namun aplikatif. “Dengan pelatihan pembuatan pelet mandiri ini, kelompok pembudidaya bisa menekan biaya pakan yang selama ini jadi beban terbesar, sekaligus belajar mengelola usaha budi daya ikan secara lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan kunjungan dan produksi bersama Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Makmur Nusantara dari Sukolilo, yang turut berbagi pengalaman dalam pengelolaan budi daya ikan lele. Perwakilan Pokdakan Mina Makmur Nusantara menyampaikan apresiasinya atas kesempatan bertukar pengalaman ini. “Kami senang bisa berbagi pengalaman dengan kelompok pembudidaya di sini, semoga ke depan bisa terjalin kerja sama yang saling menguntungkan antarkelompok pembudidaya,” ujarnya. Kehadiran Pokdakan Mina Makmur Nusantara diharapkan dapat memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama antarkelompok pembudidaya ikan.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa UNNES berharap Kelompok Pembudidaya Ikan Berkah Alam Nusantara dapat terus mengembangkan produksi pakan ikan secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga mampu menekan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas usaha budi daya ikan di Desa Sarimulyo.
Sumber : Arzunia Chalistica Darmaningsih – KKN Unnes.


