Pasca Percobaan Penculikan Siswa di Pakintelan, Disdik Perkuat SOP
SEMARANG[BahteraJateng] – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang akan memperkuat Standar Operasional Prosedur (SOP) pasca kasus percobaan penculikan siswi SDN Pakintelan 2, Kecamatan Gunungpati, belum lama ini.
Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menegaskan insiden tersebut menjadi perhatian serius dan harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun orang tua.
“Harus diperketat pengawasannya, dari sekolah dan orang tua,” ujarnya kepada BahteraJateng, saat ditemui di Balaikota Semarang pada Kamis (21/8).
Bambang menjelaskan, pengawasan terhadap anak setelah jam sekolah sangat penting. Anak-anak diimbau langsung pulang ke rumah kecuali ada kegiatan resmi dari sekolah.
“Guru harus memastikan, misalnya anak-anak belajar kelompok atau bermain di rumah teman, sebaiknya ada izin dari orang tua terlebih dahulu,” imbuhnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar orang tua tetap berperan aktif dalam mengawasi anak, meskipun tidak selalu menjemput secara langsung. Komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua dinilai penting untuk menjamin keamanan siswa.
“Jadi orang tua harus mengawasi juga. Misal biasanya tidak dijemput, ya dipastikan ke sekolah,” katanya.
Menurut Bambang, sebagian besar siswa SDN Pakintelan 2 tinggal tidak jauh dari sekolah. Namun, kasus tersebut tetap menjadi bahan evaluasi.
Disdik pun berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk memperkuat sistem pengawasan.
“Ke depan, akan dibuat SOP baru untuk memperkuat pengawasan. Pembinaan juga akan dilakukan di semua sekolah, bukan hanya di SDN Pakintelan 2,” tegasnya.
Terkait dukungan teknologi, hampir seluruh sekolah di Kota Semarang sudah dilengkapi kamera CCTV. Pengadaan perangkat tersebut sebagian besar menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“CCTV ini juga kami manfaatkan dalam proses penyelidikan terhadap kejadian di Pakintelan. Sudah kita serahkan ke pihak kepolisian,” pungkas Bambang.


