PDAM Pastikan Layanan Air Bersih Semarang Tidak Terdampak Temuan Mayat di Reservoir Siranda
SEMARANG[BahteraJateng] – Direktur PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indardo, memastikan layanan distribusi air bersih kepada pelanggan tetap berjalan normal dan tidak terganggu atas temuan mayat di Reservoir Siranda, Sabtu (16/8/2025).
Menurutnya, fasilitas tersebut sudah tidak difungsikan sejak Maret 2025 sebagai bagian dari sistem distribusi utama, melainkan hanya dipakai cadangan ketika terjadi perbaikan jaringan.

“Reservoir Siranda sejak Maret tidak dipakai untuk operasional harian. Fungsinya hanya sebagai backup. Terakhir kali dipakai pun 5 Juli lalu selama 8 jam ketika ada perbaikan jaringan di Semarang Barat,” ujar Yudi kepada awak media pada Selasa (19/8).
Sesuai peta wilayah layanan, Reservoir Siranda kami fungsikan untuk melayani wilayah Jalan Pahlawan, Simpang Lima, Ahamd Yani, Pandanaran, Admodirono, dan sekitarnya.

“Hanya sebagai cadangan apabila ada trouble aliran di Instalasi Gajah Mungkur,” imbuhnya.
Ia menegaskan, pada saat korban ditemukan, tinggi air di reservoir hanya sekitar 1,5–2 meter, jauh di bawah kapasitas maksimal lima meter. Hal ini menunjukkan fasilitas itu memang tidak digunakan dalam sistem distribusi.
“Kalau ada kabar di media sosial bahwa pelanggan memakai air rendaman mayat, itu hoaks. Layanan tetap normal dari Instalasi Gajah Mungkur,” tegasnya.
Terkait penemuan korban, Yudi menyebut hal itu merupakan ranah penyelidikan kepolisian.
“Reservoir adalah objek vital yang tidak boleh dimasuki umum. Bagaimana korban bisa masuk, itu sedang ditangani kepolisian,” katanya.
Saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian korban.
Yudi juga memastikan, hingga kini tidak ada keluhan dari pelanggan terkait kualitas maupun kontinuitas pasokan air.
“Kami ingin menggaransi para pelanggan bahwa layanan aman. Justru sejak Reservoir Siranda tidak difungsikan, sistem distribusi kita lebih stabil dan tidak ada komplain,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pelanggan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ngargono, meminta masyarakat tidak khawatir atas temuan mayat di Reservoir Siranda.
Menurutnya, reservoir tersebut hanya berfungsi sebagai cadangan dan bukan sumber utama distribusi air bersih di Kota Semarang.
“Apa yang disampaikan Direktur PDAM sudah jelas. Reservoir Siranda hanya backup dari sebagian kecil pelanggan. Sebagian besar dari hampir 180 ribu pelanggan kita disuplai dari sumber lain seperti Semarang Barat dan sumur-sumur di Gunungpati,” jelas Ngargono.
Ia mencontohkan, daerah Manyaran mendapatkan pasokan dari sistem Semarang Barat, sementara Gunungpati disuplai dari sumber Mundal.
“Jadi, tenang-tenang saja. Air tetap aman, termasuk yang sampai di Petolongan, Pucang Gading, maupun Ngarian. Tidak ada kaitannya dengan Reservoir Siranda,” imbuhnya.
Meski begitu, Ngargono memahami keresahan pelanggan. “Secara psikologis, wajar jika ada kekhawatiran ketika mendengar salah satu reservoir bermasalah, meski sebenarnya tidak dipakai. Masyarakat awam cenderung gampang menggeneralisasi atau gebyah uyah,” ujarnya.
Ia berharap media maupun pihak terkait membantu meluruskan informasi agar masyarakat lebih tenang.
“Kami berharap masyarakat bisa lebih mengerti, dan teman-teman media juga ikut membantu menjelaskan bahwa Reservoir Siranda terakhir dipakai 5 Juli lalu selama delapan jam. Setelah itu tidak difungsikan. Insyaallah aman,” tandasnya.

