Menteri Agama Republik Indonesia Prof Dr K.H Nasaruddin Umar, M.A saat Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Rangka Merayakan Hari Perempuan Internasional bertajuk Perempuan dan Pendidik sebagai Pilar Perdamaian : Keseteraan Gender dalam Membangun Kohesi Sosial secara daring, Kamis (6/3).
| |

Perempuan Setara Laki-laki dalam Mengangkat Martabat Bangsa

JAKARTA [BahteraJateng] – Menteri Agama Republik Indonesia Prof Dr K.H Nasaruddin Umar, M.A menyebut perempuan memiliki peluang setara dengan laki-laki dalam upaya mengangkat martabat bangsa dan negara.

“Berhenti mendiskreditkan perempuan. Mari menjadikan agama sebagai faktor penguatan martabat perempuan,” ungkap Prof Nasaruddin dalam Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Rangka Merayakan Hari Perempuan Internasional bertajuk Perempuan dan Pendidik sebagai Pilar Perdamaian : Keseteraan Gender dalam Membangun Kohesi Sosial secara daring, Kamis (6/3).


Dia menegaskan, agama apapun bukan tameng untuk memojokkan atau memerosotkan kualitas martabat perempuan. Sebaliknya, perempun dan pendidik sebagai salah satu pilar perdamaian.

Meski demikian, lanjut Menag, perempuan hingga saat ini belum berada pada posisi ideal sebagai salah satu kekuatan untuk membangun kekuatan bangsa.


“Kita masih mengingkari pemberdayaan perempuan. Bayangkan negara-negara di dunia dengan jumlah populasi perempuan lenih tinggi dari pria. Kalau kita bersaing dengan negara lain mengandalkan pria tanpa melibatkan perempun. Sudah pasti kita kalah dengan negara lain,” papar dia.

Dia menerangkan, kedudukan laki-laki dan perempuan sama sebagai hamba. Laki-laki dan perempuan tidak ada perbedaan signifikan dua jenis kelamin ini.

Dicontohkan, laki-laki punya hak sebagai pemimpin di ruang publik sama halnya dengan perempuan. Dalam konteks ini, jika perempuan menjadi pemimpin, tidak ada hak yang dilanggar.

Dalam pandangannya, banyak kepala negara perempuan mencapai sukses, ibu tunggal berhasil membesarkan anaknya.

“Ini saatnya kita mencari cara mendaya gunakan perempuan sebagai salah satu kekuatan bangsa,” tegas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *