Mengonsumsi jajanan dengan bijak dengan memperhatikan kandungan gizi dan tidak berlebihan. Dok Bahtera Jateng
|

Perhatikan Ini Saat Beli Jajanan

JAKARTA [BahteraJateng]- Jajanan dengan tampilan menarik bisa menjadi daya tarik untuk membeli dan mengonsumsi. Namun, konsumsi jajanan sebaiknya tidak sembarangan dan berlebihan.

Dietisien dari PKIAN RSAB Harapan Kita, Siti Dharma Azizah mengatakan, jajanan bisa berfungsi sebagai makanan selingan.

“Salah satu fungsi jajanan adalah melengkapi kebutuhan gizi jika belum tercukupi dalam tiga kali makan sehari-hari,” ungkap dia di sela-sela Talkshow Cek Kandungan Gizi, Biar Nggak Salah Pilih Jajanan di Siaran Radio Kesehatan, belum lama ini.

Meski demikian, jajanan juga memiliki konotasi makanan dijual di pedagang kaki lima dengan kemasan menarik sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Sedangkan, mengingat fungsi makanan selingan hanya cukup 10 persen dari kebutuhan kalori tubuh manusia.

“Jika tiga kali makan dan belum tercukupi kebutuhan kalori misal sedang sakit atau anak tidak mau makan bisa ditambahkan makanan selingan atau jajanan. Pelengkap makanan juga harus sehat,” terang dia.

Sayangnya, kata dia, konsumsi jajanan seringkali kebablasan. Dicontohkan makanan selingan berupa junk food, mie ayam justru akan menambah berat badan.

“Karena kita tetap memenuhi tiga kali kebutuhan makan. Sebaiknya pilih makanan selingan dengan menyesuaikan tubuh kita,” tambah Siti Dharma Azizah.

Selain menyesuaikan kebutuhan tubuh, kata dia, juga memperhatikan kandungan gizi dan proposional. Misalkan, mengonsumsi salad buah kombinasi buah dan mayones sebaiknya dominan buah.

Kita makan dengan kebutuhan tubuh kita. Status gizi masih kurang, jajan sehat boleh tinggi kalori. Status gizi melebar memilih rendah kalori. Buah, sayuran, lebih menyehatkan tubuh membuat kenyang lebih lama.

Oleh sebab itu, dia melanjutnya pentingnya memahami status gizi tubuh. Pada orang dewasa dan remaja dengan status gizi kurang bisa menambah makanan selingan lebih dari 10 persen kebutuhan kalori. Contoh makanan selingan adalah roti sandwich dengan kombinasi sayur dan protein.

Tentu berbeda jika status gizi kurang untuk anak-anak. Dalam hal ini bisa ditambahkan makanan selingan seperti puding buah dan dicampur susu di dalamnya. Kebutuhan serat dan protein bisa ditambahkan dalam makanan selingan ini.

Lalu bagaimana dengan jajanan kemasan? Secara kemasan lebih menarik dibandingkan makanan buatan rumah. Namun begitu, dia menyarankan, untuk berhati-hati sebelum membeli dan menjadi konsumen cerdas.

“Makanan kemasan banyak sekali kandungan gula, garam dan lemak jadi wajib untuk memperhatikan komposisi saat membeli. Jangan asal membeli secara asal,” pesan dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *