Perhutani Blora Bersama Forkopimda Laksanakan Tanam Bersama
BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora bersama Forkopimda Kabupaten Blora dan stakeholder melaksanakan kegiatan penanaman bersama di kawasan perlindungan Petak 54B, sekitar Goa Macan wilayah RPH Jembangan, BKPH Kalonan, KPH Blora pada Selasa (30/12).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blora, Arief Rohman, Kapolres Blora, Dandim Blora, Kajari Blora, Kepala Pengadilan Agama, Kepala Pengadilan Negeri, Kementerian Agama Kabupaten Blora, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah I Jawa Tengah, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Kepala Dinas LH, Kepala BPBD Blora, Forkopimcam Todanan, Kepala Desa Ketileng, Sekretaris Desa Kedungwungu, Ketua PWI Blora, Ketua LMDH Tani Jati Mulyo, Ketua KTH Rekso Wono Asri, serta manajemen pengelola wisata Goa Terawang Ecopark.

Penanaman bersama ini mengusung tema “Tingkatkan Sinergi Hijaukan Bumi”, dengan rencana penanaman 350 pohon buah yang terdiri dari kedondong, mangga, dan alpukat.
Sebelum kegiatan penanaman, diawali dengan pembagian 10 paket sembako kepada anggota LMDH yang dilaksanakan di aula Goa Terawang Ecopark.

Dengan mengendarai jeep, Bupati Blora bersama Forkopimda serta stakeholder menuju lokasi penanaman Petak 54B kawasan Goa Macan.
Dalam sambutannya, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Administratur/KKPH Blora atas terselenggaranya kegiatan penanaman bersama tersebut.
“Saya teringat apa yang menjadi pesan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat pelantikan di Istana Negara, beliau pesan untuk titip hutan di Kabupaten Blora,” ujar Bupati Arief.
Arief Rohman juga mengajak seluruh elemen, mulai dari Forkopimda, Forkopimcam, pemerintah desa, hingga masyarakat di tingkat rumah tangga untuk bersama-sama mendukung dan menyosialisasikan program penanaman pohon demi keberlanjutan bumi.
Sementara itu, Administratur/KKPH Blora, Yeni Ernaningsih, dalam sambutannya mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena bisa berkumpul di Goa Terawang Ecopark untuk bersinergi dalam melaksanakan penanaman bersama.
“Kegiatan ini merupakan inisiatif Bupati Blora yang mendorong seluruh stakeholder di Kabupaten Blora untuk melakukan langkah konkrit dalam menjaga lingkungan, terutama sebagai upaya mitigasi bencana yang belakangan ini terjadi di beberapa wilayah,” kata Yeni Ernaningsih.
Lebih lanjut, Yeni menegaskan bahwa kawasan hutan di Kabupaten Blora yang mencapai sekitar 47 persen dari luas wilayah bukanlah hambatan bagi Kabupaten Blora untuk bisa maju tetapi peluang besar jika dikelola untuk pemanfaatan kawasan hutan sesuai fungsi dan kaidah kelestarian.
“Pada kawasan perlindungan, pemanfaatan dapat dilakukan dengan menanam tanaman buah atau tanaman pohon lainnya tetapi tidak diperbolehkan palawija. Sedangkan di kawasan hutan produktif kita bisa memanfaatkan lahan kawasan hutan dengan tanaman pertanian di antara tanaman kehutanan dan di kawasan yang sudah tertutup naungan melalui pola Pemanfaatan Lahan di Bawah Tegakan (PLDT) masih bisa dimanfaatkan dengan tanaman yang bisa ditanam dibawah naungan seperti empon-empon,” tutur Yeni.
Yeni berharap Kabupaten Blora tetap mempertahankan citranya sebagai daerah dengan hutan jati yang luas dan penghasil kayu jati terbaik di Indonesia.
“Sinar mentari di suatu pagi, sambil makan Indomie bersama-sama, mari kita tingkatkan sinergi, menghijaukan bumi untuk antisipasi bencana,” ucap Yeni diakhir sambutannya.

