Perhutani Randublatung Terima Kunjungan Buyer PT Interkayu Nusantara, Perkuat Transparansi Kayu Berkelanjutan
BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani KPH Randublatung menerima kunjungan tim buyer PT Interkayu Nusantara dalam rangka mengenal tata kelola pengelolaan hutan, proses produksi kayu, serta sistem ketelusuran hasil hutan berkelanjutan. Kegiatan berlangsung di ruang kerja Administratur/KKPH Randublatung pada Kamis (15/10).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Administratur/KKPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro beserta jajaran manajemen, Manager Pemasaran Cepu Satrian Nur Alam, serta tim buyer PT Interkayu Nusantara Mrs. Prilly dan Mr. Erix.
Dalam pertemuan tersebut, Rovi Tri Kuncoro menyampaikan pengelolaan hutan di KPH Randublatung mengedepankan prinsip kelestarian, legalitas, dan tanggung jawab lingkungan yang didukung sistem sertifikasi pengelolaan hutan.
“Pengelolaan hutan berpedoman pada dokumen Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan (RPKH) 2023–2032 yang dijabarkan ke dalam Rencana Teknik Tahunan (RTT). Perencanaan mencakup seluruh tahapan mulai persemaian, penanaman, pemeliharaan, perlindungan dan keamanan hutan, hingga pemanenan kayu,” ujar Rovi.
Lebih lanjut Rovi menyampaikan aspek ketelusuran menjadi perhatian penting untuk memastikan kayu yang diproduksi memiliki asal-usul jelas dan didukung dokumen legalitas sesuai ketentuan. Meliputi kesesuaian lokasi petak, pencatatan hasil produksi melalui Laporan Hasil Produksi (LHP), Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH), serta dokumen tata usaha hasil hutan lainnya.
“Penerapan sistem ketelusuran juga mendukung pemenuhan persyaratan pasar internasional, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR). KPH Randublatung juga telah menerapkan sertifikasi FSC Forest Management (FSC FM),” lanjut Rovi.
Rovi menyampaikan apresiasi kepada PT Interkayu Nusantara yang selama ini menjadi mitra pembelian kayu Perhutani. Ia berharap kunjungan memberikan pemahaman komprehensif mengenai proses pengelolaan kayu dari hulu hingga hilir.
Pihaknya juga mempersilakan tim buyer meninjau lapangan ke TPK Randublatung III, lokasi petak tebangan, serta persemaian untuk melihat langsung proses ketelusuran kayu, khususnya jenis mahoni.
Sementara itu, perwakilan PT Interkayu Nusantara Mrs. Prilly, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memberikan pengenalan langsung kepada tim buyer mengenai proses pembibitan, penanaman, pemanenan, hingga ketersediaan kayu di TPK, khususnya kayu mahoni di wilayah Manager Komersial Kayu Wilayah Cepu.
Ia berharap dukungan dan penjelasan dari jajaran Perhutani dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai tata kelola kayu dengan memperhatikan prinsip FSC dan persyaratan EUDR.
Melalui kunjungan ini, KPH Randublatung berharap kemitraan dengan PT Interkayu Nusantara semakin erat, sekaligus memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap pengelolaan hutan yang lestari, transparan, dan memiliki ketelusuran jelas.

