KAI Semarang
Pisah sambut Mubalig JAI Semarang yang digelar di Masjid Nusrat Jahan, Jalan Erlangga, Kota Semarang, Minggu (3/8).(Foto Ist)
|

Pisah Sambut Mubalig JAI Semarang Diwarnai Gelak Tawa dan Kekeluargaan

SEMARANG[BahteraJateng] – Suasana hangat dan penuh tawa menyelimuti acara pisah sambut Mubalig Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Semarang yang digelar di Masjid Nusrat Jahan, Jalan Erlangga, Kota Semarang pada Minggu (3/8).

Acara ini menjadi momen perpisahan bagi Maulana Saefullah Ahmad Farouk yang mendapat penugasan baru di Jakarta, sekaligus penyambutan Maulana Sanusi sebagai pengganti di JAI Semarang.


Sejumlah tokoh lintas agama dan kepercayaan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka turut menyampaikan kesan dan pesan atas kebersamaan dengan Maulana Saefullah selama bertugas di Semarang.

Gelak tawa kerap terdengar saat para tokoh membagikan pengalaman lucu dan menyentuh bersama Saefullah, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan.


Koordinator Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang, Setyawan Budy, mengaku memiliki ikatan batin yang kuat dengan Saefullah meski berasal dari latar belakang yang berbeda.

“Kami sudah seperti saudara. Banyak kenangan tak terlupakan, mulai dari kegiatan lintas iman hingga ziarah bersama. Bahkan pernah kungkum bareng,” ungkapnya.

Saefullah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan komunitas lintas agama di Semarang, khususnya peran Pelita Semarang dalam menjembatani Ahmadiyah dengan masyarakat yang lebih luas.

Ia menilai kerja sama tersebut telah memperkuat hubungan antarumat beragama di tingkat akar rumput.

“Melalui Mas Wawan dan Pelita, kami bisa masuk dalam forum-forum pluralisme dan mengenal banyak tokoh lintas iman,” ujarnya.

Beberapa tokoh yang hadir dan turut menyampaikan testimoni di antaranya Kiai Taslim Syahlan, Romo Eduardus Didik Chahyono SJ, Romo Warto, Kiai Sun Djok San, Andi Tjiok, Pdt. Aryanto Nugroho, Gunoto Saparie, dan Pdt. Linda Mutiara Lumban Tobing.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk kesuksesan Saefullah di tempat tugas baru dan harapan agar Maulana Sanusi dapat melanjutkan kerja-kerja dakwah dan sosial di Semarang dengan baik.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *