PKS Kota Semarang Punya Pengurus Baru, Siap Perkuat Kaderisasi dan Kolaborasi Politik
SEMARANG[BahteraJateng] – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru periode 2025–2030 pada Kamis (14/8).
Kepengurusan DPD PKS Kota Semarang ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan DPP PKS yang diteruskan melalui DPW PKS Jawa Tengah.

Formasi kepengurusan DPD PKS Kota Semarang melibatkan perpaduan tokoh senior dan generasi muda. Susunannya antara lain Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Agus Riyanto Slamet, Sekretaris MPD Wahyu Triyudha Saputro, Ketua DPD Ali Umar Dhani, Sekretaris DPD Siti Roika, Bendahara DPD Febru Fauzi, Ketua Bidang Kaderisasi (BK) Setyawan, Ketua Dewan Etik Daerah (DED) Awang Udoro, dan Sekretaris DED Dony Kurniawan.
Ketua DPD PKS Kota Semarang, Ali Umar Dhani, dalam keterangannya menyatakan kepengurusan baru akan fokus pada penguatan K2P2, yakni kaderisasi yang solid serta strategi pemenangan pemilu yang efektif dan bermartabat.

“PKS Kota Semarang akan menjadi rumah besar bagi kader-kader tangguh yang siap melayani dan memimpin. Kami ingin memastikan setiap kader memiliki militansi, kompetensi, dan kepekaan sosial tinggi sehingga PKS benar-benar hadir sebagai solusi bagi masyarakat,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Ali menambahkan, selain memperkuat barisan internal, PKS Kota Semarang juga menegaskan sikap politik yang terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Semarang.
“Kami siap bersinergi demi menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, memperkuat persatuan, dan memajukan Kota Semarang. Mari bersama wujudkan kota yang lebih berkeadilan, sejahtera, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Kepengurusan baru ini diharapkan membawa angin segar bagi PKS Kota Semarang. Dengan kombinasi pengalaman tokoh senior dan energi generasi muda, partai optimistis dapat memperluas jaringan, meningkatkan pelayanan masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik menjelang kontestasi politik mendatang.
PKS menargetkan kepengurusan periode 2025–2030 tidak hanya berorientasi pada kemenangan pemilu, tetapi juga membangun tradisi politik yang sehat, transparan, dan partisipatif.
“Kemenangan politik harus berbanding lurus dengan hadirnya manfaat nyata bagi masyarakat luas,” kata Ali.
Dengan sikap politik terbuka serta tekad membangun kaderisasi yang kuat, PKS Kota Semarang berkomitmen meneguhkan diri sebagai kekuatan politik yang konsisten memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan warga.

