Polisi Amankan 10 Remaja yang Hendak Perang Sarung di Purbalingga
PURBALINGGA[BahteraJateng] – Polres Purbalingga bersama warga berhasil menggagalkan aksi perang sarung yang diduga berujung tawuran di jalan Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (1/3) dini hari. Sebanyak 10 remaja diamankan beserta sejumlah barang bukti.
Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Siswanto, mengungkapkan bahwa polisi mendapatkan informasi adanya kelompok anak muda yang berencana melakukan tawuran.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satsamapta segera mendatangi lokasi dan mengamankan 10 remaja yang diduga akan terlibat dalam aksi tersebut.
“Mereka diamankan oleh personel Satsamapta dan sebagian lagi oleh warga sekitar,” ujar AKP Siswanto dalam konferensi pers di Mapolres Purbalingga, Minggu (2/3).

Kesepuluh remaja yang diamankan berinisial RRN (14), AN (16), BAA (15), BAP (15), EBA (14), GIP (14), JJ (15), RAP (15), ZGA (14), dan RP (13). Mereka diketahui merupakan pelajar tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Purbalingga.
Barang bukti yang disita di antaranya dua helai sarung yang telah dimodifikasi—satu dililit lakban dan satu lagi diikat ujungnya. Selain itu, ditemukan pula satu bom molotov serta tiga botol bekas minuman keras.
“Bom molotov dan botol bekas miras tidak ditemukan di tangan anak-anak yang diamankan, melainkan ditemukan di luar lokasi oleh masyarakat. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” imbuh AKP Siswanto.
Dari hasil pemeriksaan, aksi perang sarung ini bermula dari saling ejek antar kelompok. Polisi mengidentifikasi bahwa tiga kelompok yang terlibat berasal dari Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Bojongsari, dan Kalimanah.
Para remaja yang diamankan tidak ditemukan membawa senjata tajam. Meski demikian, polisi tetap mengambil langkah pembinaan dengan melibatkan orang tua, pihak sekolah, serta pemerintah desa.
AKP Siswanto mengimbau masyarakat untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat malam hari.
“Pastikan anak-anak sudah pulang ke rumah maksimal pukul 21.00 atau 22.00 WIB dan perhatikan pergaulan mereka agar tidak terlibat dalam aksi negatif seperti ini,” pungkasnya.

