Ponpes Durrotu Aswaja Gelar Festival Banjari se-Jateng dan DIY
SEMARANG[BahteraJateng] – Pondok Pesantren Durrotu Aswaja menggelar Festival Banjari tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Ponpes Durrotu Aswaja 2, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang pada Sabtu (5/7).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian akhir tahun pembelajaran (akhirussanah) di lingkungan pesantren.

Festival dibuka oleh Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja, KH Agus Ramadhan, dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah setempat, seperti Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Gunungpati, Soegiharto, Lurah Sekaran Sri Sukaryati, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat.
Lurah Sekaran, Sri Sukaryati, mengapresiasi peran pesantren dalam membina para santri melalui kegiatan positif dan kreatif. Ia berharap festival ini mempererat tali silaturahmi antar pecinta musik banjari dan menjadi sarana pembinaan karakter.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena mendekatkan masyarakat dengan pesantren,” ujarnya.
Soegiharto menyampaikan pentingnya kesenian rebana dalam budaya Islam di Indonesia. Ia berharap festival ini dapat menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus meningkatkan ukhuwah Islamiyah.
“Musik rebana merupakan bagian dari sejarah Islam di Indonesia. Mari jadikan kegiatan ini sebagai sarana mempererat persaudaraan,” ucapnya.
Ketua Panitia Festival Banjari, Muhammad Sakdun, menyebutkan ada 18 grup yang berpartisipasi. Masing-masing grup menampilkan satu lagu bebas bertema salawat atau munajat, serta satu jingle lomba, dengan durasi maksimal 12 menit. Peserta terdiri dari 10 personel dan wajib mengikuti technical meeting secara daring.
Sementara itu, Ketua Panitia Haflah, Irwan Ali Prasetyo, menjelaskan Festival Banjari menjadi agenda tahunan pesantren setiap akhir tahun ajaran. Tahun ini, grand opening ditiadakan karena bertepatan dengan kegiatan pemberian ijazah kitab oleh ulama dari Mesir dan Jakarta.
Tiga juri yang menilai penampilan peserta adalah Cak Agung dan Cak Dendy dari Jombang, Jawa Timur, serta Kang Faiz Syauqy dari Temanggung, Jawa Tengah.(sun)

