Posko Kebakaran Desa Tieng Salurkan Donasi, Bantuan Disesuaikan Tingkat Dampak
WONOSOBO[BahteraJateng] – Posko Percepatan Penanganan Bencana Kebakaran Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, menyalurkan bantuan donasi kepada seluruh warga yang menjadi korban kebakaran. Bantuan tidak diberikan dengan nominal yang sama, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat dampak yang dialami masing-masing korban.
Penyaluran bantuan berupa uang tunai tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Tieng dan dihadiri unsur pemerintah, aparat keamanan, BPBD, tokoh masyarakat, tokoh agama, panitia, serta seluruh warga terdampak.
Ketua Panitia Percepatan Penanganan Kebakaran Desa Tieng, Ahmad Fauzi, mengatakan mekanisme pembagian bantuan dilakukan berdasarkan pemetaan dan penghitungan kondisi korban di lapangan.
Menurutnya, donasi yang dihimpun dari para donatur se-Kabupaten Wonosobo dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan, mulai dari pemulihan kesehatan warga yang mengalami luka bakar, biaya hidup sementara, hingga pembangunan kembali rumah warga yang terbakar.
“Penyaluran donasi dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan dan musyawarah yang telah dilakukan sebelumnya,” kata Ahmad Fauzi, baru-baru ini.
Setelah bantuan diserahkan, panitia dan korban menandatangani berita acara serah terima atau pentasarufan donasi sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan dana.
Ahmad Fauzi menegaskan pengelolaan donasi dilakukan secara transparan. Seluruh penerimaan dan penggunaan dana dicatat di posko, termasuk sumber serta peruntukannya. Perkembangan jumlah donasi yang terkumpul juga disampaikan secara rutin melalui grup WhatsApp warga Desa Tieng.
Sementara itu, Plt Kepala Desa Tieng Heru Fulani meminta korban dan panitia terus berkoordinasi agar proses penanganan berjalan sesuai rencana. Ia menjelaskan bantuan yang disalurkan pada kesempatan tersebut merupakan donasi yang telah masuk ke rekening panitia.
“Yang diserahkan hari ini adalah yang sudah masuk rekening panitia. Sementara yang belum masuk akan diserahkan kemudian apabila sudah masuk lagi,” ujarnya.
Selain penyaluran donasi, panitia bersama warga membahas tahapan pemulihan, khususnya pembangunan kembali rumah yang terdampak kebakaran.
Panitia menyampaikan desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan telah disiapkan DPU Kabupaten Wonosobo. Pembangunan rumah ditargetkan selesai maksimal dalam waktu dua bulan.
Pembahasan juga mencakup kebutuhan sanitasi, pemasangan septic tank, dan kebutuhan teknis lainnya agar rumah yang dibangun kembali memenuhi standar kelayakan dan kesehatan.
Panitia dan seluruh korban kemudian berkomitmen mengawal proses pemulihan hingga rumah-rumah warga terdampak dapat kembali dibangun dan ditempati.

