PPK Ormawa BEM UNTAG Semarang Bangun Greenhouse TOGA
KENDAL[BahteraJateng] – Upaya mewujudkan Desa Pasigitan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, sebagai desa sehat dan berkelanjutan terus dilakukan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pembangunan greenhouse Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dilengkapi sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT).
Greenhouse tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Konservasi, Budidaya, dan Hilirisasi Tanaman Obat Keluarga untuk Mewujudkan Desa Pasigitan Sehat Berkelanjutan.” Fasilitas ini diharapkan menjadi sarana budidaya, edukasi, konservasi, sekaligus pengembangan potensi tanaman herbal masyarakat Desa Pasigitan.

Pembangunan greenhouse dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan Tim Pelaksana PPK Ormawa BEM UNTAG Semarang, dosen pendamping, Pemerintah Desa Pasigitan, Karang Taruna Desa Pasigitan, masyarakat, serta tenaga tukang. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT. Kencana Maju Bersama sebagai mitra eksternal, khususnya dalam pembangunan struktur greenhouse dengan material baja ringan.
Bapak Agus Sumanta, S.Sos., M.M., perwakilan PT Kencana Maju Bersama, turut hadir meninjau sekaligus meresmikan pendirian struktur greenhouse baja ringan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan lingkungan desa.

“Kami dari PT Kencana Maju Bersama sangat menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif adik-adik mahasiswa beserta warga. Pembangunan greenhouse ini bukan sebatas bantuan infrastruktur fisik semata, melainkan wujud kepedulian dan sumbangsih kami dalam mendorong kemandirian desa. Kami berharap fasilitas ini dapat dirawat dengan baik dan mampu memberikan manfaat ekonomi serta kesehatan yang berkesinambungan bagi warga Pasigitan,” tuturnya.
Salah satu inovasi utama greenhouse tersebut adalah sistem penyiraman otomatis berbasis IoT. Sistem ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman secara lebih teratur dengan memanfaatkan sensor dan perangkat kendali otomatis. Penyiraman dapat dilakukan berdasarkan kondisi yang telah ditentukan sehingga diharapkan penggunaan air menjadi lebih efisien dan pemeliharaan tanaman lebih mudah.
Greenhouse selanjutnya akan dimanfaatkan dalam kegiatan Sekolah Herbal Masyarakat, khususnya sebagai sarana pembelajaran budidaya dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga. Berbagai tanaman herbal seperti jahe, kencur, dan tanaman obat lainnya dapat dibudidayakan secara lebih terarah. Hasil budidaya juga diharapkan dapat mendukung proses pengolahan dan hilirisasi produk herbal yang dikembangkan masyarakat.
Bapak Rohimin, selaku perwakilan Pemerintah Desa Pasigitan, turut memberikan dukungan terhadap pembangunan greenhouse sebagai salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal desa. Sementara itu, Karang Taruna Desa Pasigitan turut terlibat dalam proses pembangunan sebagai bentuk partisipasi generasi muda dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.
Dosen pendamping PPK Ormawa BEM UNTAG Semarang, Ir. Tigo Mindiastiwi, S.T., M.Sc., turut memberikan pendampingan sejak tahap perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Pendampingan tersebut diarahkan agar pembangunan greenhouse tidak hanya menghasilkan sarana fisik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa BEM UNTAG Semarang, Musaddad Syarif, menyampaikan bahwa pembangunan greenhouse merupakan salah satu tahapan penting dalam menjaga keberlanjutan program. “Greenhouse ini bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi ruang belajar dan ruang bersama bagi masyarakat untuk mengembangkan tanaman obat keluarga. Kami berharap fasilitas ini dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Pasigitan setelah program PPK Ormawa selesai,” ujarnya.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dukungan PT Kencana Maju Bersama sebagai mitra eksternal turut memperkuat sinergi dalam menghadirkan sarana dan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
Melalui pembangunan greenhouse TOGA berbasis teknologi tersebut, PPK Ormawa BEM UNTAG Semarang berharap masyarakat Desa Pasigitan semakin memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membudidayakan tanaman obat, memanfaatkan teknologi tepat guna, serta mengembangkan potensi herbal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Greenhouse ini diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas program, tetapi dapat terus dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Pasigitan. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak, pengembangan TOGA berbasis teknologi diharapkan menjadi salah satu langkah nyata menuju Desa Pasigitan yang sehat, mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Sumber: Musyadad Syarif (Mahasiswa anggota BEM UNTAG)

