Program Mas JOS Pangkas 50 Ton Sampah per Hari, Kota Yogyakarta Mandiri Kelola Sampah
YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mencatat Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) mampu menekan timbulan sampah hingga 50 ton setiap hari melalui pengelolaan di tingkat rumah tangga.
Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengatakan capaian tersebut membuat Kota Yogyakarta tidak lagi mengirimkan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan selama empat bulan terakhir.
“Pengolahan sampah kami lakukan melalui ember organik, biopori jumbo, serta Tim Reaksi Cepat (TRC) Mas JOS. Saat ini sekitar 50 ton sampah per hari sudah dapat dikelola di tingkat hulu,” ujar Rajwan saat Expose Penanganan Lingkungan Hidup di Balai Kota Yogyakarta pada Kamis (16/7).
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai memberikan hasil nyata.
“Alhamdulillah selama empat bulan terakhir sampah dapat dikelola sendiri sehingga tidak perlu lagi dibuang ke TPA Piyungan,” katanya.
Rajwan menuturkan, meski Program Mas JOS kini tidak lagi banyak menjadi perbincangan, gerakan tersebut telah membangun budaya baru di masyarakat terkait pengelolaan sampah dari sumbernya.
Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah rumah yang telah memasang stiker Keluarga Mas JOS sebagai penanda telah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri.
“Pada akhir 2025 jumlah stiker yang terpasang sekitar 35 ribu titik. Sekarang sudah meningkat menjadi 40,7 ribu titik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pemasangan stiker juga menjadi bentuk pengawasan sosial agar semakin banyak warga terlibat dalam pengelolaan sampah. Warga yang belum menerapkan pemilahan sampah diharapkan terdorong untuk ikut berpartisipasi.
“Kalau belum dijalankan akan ada sanksi sosial. Mereka yang rumahnya belum dipasangi stiker seharusnya merasa malu karena belum melakukan pemilahan sampah,” ujarnya.
Rajwan menambahkan, semakin optimal pengelolaan sampah di tingkat hulu, semakin kecil beban penanganan di hilir. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi volume sampah yang harus diangkut, tetapi juga membuat penggunaan anggaran pengelolaan sampah menjadi lebih efisien.(day)

