PT Sukun Santuni Anak Yatim di Blora
PT Sukun Wartono Indonesia memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim di Kabupaten Blora, Selasa (24/2).(Dok. Dinkominfo Blora)

PT Sukun Santuni 1.000 Anak Yatim di Blora

BLORA[BahteraJateng] – PT Sukun Wartono Indonesia kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim di Kabupaten Blora pada Selasa (24/2).

Kegiatan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora tersebut menjadi pembuka rangkaian program santunan 10.000 anak yatim di sepuluh kabupaten/kota di Jawa Tengah tahun 2026.


Program ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan dan tahun ini memasuki pelaksanaan ke-9 sejak dimulai pada 2018. Hadir dalam kegiatan tersebut Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, jajaran Forkopimda, MUI Kabupaten Blora KH Muharror Ali, Direktur PT Sukun Wartono Dodik Tasan Wartono, Ketua Yayasan Sukun Wartono Joni Afandi, serta Corporate Secretary Deka Hendratmanto.

Direktur PT Sukun Wartono, Dodik Tasan Wartono, menyampaikan bahwa program santunan ini berawal dari lima kota dan kini berkembang menjadi sepuluh kota di wilayah Kantor Perwakilan Pati dan Semarang.


“Ini adalah tahun kesembilan pelaksanaan santunan 10.000 anak yatim. Amanat ini merupakan pengejawantahan pesan pendiri perusahaan, almarhum Bapak Mochammad Wartono, agar perusahaan memberi manfaat bagi masyarakat sesuai falsafah Jawa ‘Urip iku Urup’,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya memohon doa dan dukungan agar perusahaan terus bertahan dan berkembang menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi konsistensi PT Sukun dalam menjalankan santunan anak yatim sebagai komitmen sosial perusahaan.

Menurutnya, kolaborasi dengan NU Care Lazisnu dan Lazismu Muhammadiyah menunjukkan kuatnya sinergi antara dunia usaha, lembaga sosial keagamaan, dan pemerintah daerah.

Rangkaian santunan tahun ini dimulai dari Blora, kemudian berlanjut ke Rembang (25/2), Pati (26/2), Jepara (27/2), Grobogan (28/2), Kota Salatiga (1/3), Kabupaten Semarang (2/3), Kota Semarang (3/3), Demak (4/3), dan berakhir di Kudus (5/3).

Di setiap daerah, sebanyak 1.000 anak yatim menerima santunan berupa uang tunai, dengan konsep kolaborasi bersama pemerintah daerah setempat.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *