Rasa Pedas Nasi Berkat Bu Tin Bikin Nagih
SEMARANG [BahteraJateng]- Nasi Berkat, kuliner khas Wonogiri semakin mudah ditemui di Kota Semarang.
Mata terpejam dan membayangkan sedang tinggal di Kabupaten Wonogiri. Begitu membuka mata, daun jati dibungkus menggunakan karet tersedia di meja makan. Ada segelas teh hangat dengan uap mengebul di sana. Beberapa gorengan masih panas siap menjadi kawan sarapan pagi. Impian ini tak hanya bisa dinikmati saat tinggal di daerah tersebut saja. Di Kota Semarang, tepatnya Jl. Ngesrep Tim. V No.88, Sumurboto, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah ada warung Nasi Berkat Bu Tin.

Surtini warga Gedawang sudah berjualan selama tiga tahun. Otaknya harus berputar ketika resto tempatnya bekerja mengalami efisiensi. Alhasil, dia mulai memanfaatkan kemampuan memasak dengan membuka usaha sendiri.
Nasi Berkat biasanya dibagikan kepada para tamu setelah menghadiri suatu pesta atau hajatan. Bu Tin, sapaannya berasal dari Wonogiri sehingga memilih kuliner ini sebagai andalan.

Dalam ingatan masa kecilnya, Nasi Berkat khas Wonogiri terdiri dari nasi, soon, daun pepaya dan oseng tempe. Nasi dibungkus daun jati dilapisi daun pisang di bagian dalam. Di atas nasi ada ikan asin menambah rasa gurih ketika disantap.
“Ciri khasnya rasa harus pedas dan ternyata disukai warga Semarang,” kata Bu Tin, sapaannya.
Satu bungkus nasi dibandrol Rp15 Ribu. Ada beragam pilihan gorengan yaitu bakwan dan mendoan. Dia mulai buka warung sekitar pukul 06.00 dan tutup sekitar pukul 10.00. Setiap hari bisa 20 kg beras dan selalu habis diserbu pembeli.
“Kalau Jumat jam 07.00 sudah habis karena banyak dipesan kantor-kantor sekitar sini (Tembalang). Masaknya juga ditambah sampai 25 kg,” kata dia.
Dia juga menyediakan menu lain seperti bothok, pepes dan mangut untuk sarapan.

