Wisuda UNNES
Wisuda UNNES Periode 135 yang digelar di Auditorium Prof. Wuryanto, Sabtu (29/11).(Dok Humas UNNES)

Respons Bencana Hidrometeorologi Sumatra, Rektor UNNES Tegaskan Setiap Alumni adalah Kader Konservasi

SEMARANG[BahteraJateng] — Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Martono, menegaskan bahwa setiap lulusan UNNES memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan.

Pesan itu ia sampaikan dalam Wisuda Periode 135 yang digelar di Auditorium Prof. Wuryanto padaSabtu (29/11).

Prof. Martono menyatakan bahwa seluruh alumni UNNES telah dibekali Pendidikan Konservasi, sehingga mereka adalah kader konservasi yang harus berperan aktif menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pernyataan tersebut menjadi respons atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra beberapa hari terakhir.

“Setiap alumni UNNES adalah kader konservasi. Ilmu yang sudah didapat harus diimplementasikan untuk mencegah bencana serupa terulang,” ujarnya.

Pada wisuda kali ini, UNNES meluluskan 1.493 wisudawan, terdiri atas 15 doktor, 47 magister, 1.427 sarjana, dan 4 diploma. Rektor juga menyampaikan selamat serta apresiasi kepada orang tua wisudawan yang telah mendukung putra-putrinya menyelesaikan studi.

Dalam pidatonya, Prof. Martono menyinggung banjir bandang dan kerusakan lingkungan di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan beberapa daerah lain.

Ia menilai bencana tersebut sebagai pengingat bahwa manusia membutuhkan alam, namun pemanfaatannya harus tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.

Rektor menekankan tiga cara pandang konservasi yang harus dimiliki para lulusan: alam bukan objek dominasi manusia, pembangunan harus mempertimbangkan aspek ekonomi–sosial–budaya–ekologis secara seimbang, dan lingkungan merupakan titipan untuk generasi mendatang.

Ketiga prinsip itu menjadi landasan moral yang diharapkan dapat diterapkan para alumni di kehidupan maupun profesi mereka.

“Saudara adalah kader konservasi yang bertugas menerapkan serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam, lingkungan, seni, budaya, serta nilai dan karakter,” tegasnya.

Prof. Martono juga menekankan bahwa nilai konservasi harus dihadirkan dalam berbagai peran profesi.

“Bila menjadi guru, alumni harus menanamkan kesadaran ekologis pada peserta didik. Jika berkarier sebagai profesional, mereka harus membangun budaya organisasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Dan jika kelak menjadi pemimpin, mereka wajib menjadikan konservasi sebagai dasar kebijakan,” tuturnya.

“Jaga komitmen, tingkatkan kesadaran, dan terus kembangkan kompetensi diri agar dapat menjadi kader konservasi yang unggul dan berdampak positif bagi lingkungan,” pungkasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *