Semarang Raih Enam Penghargaan WBTB, Tegaskan Identitas Kota Warisan Budaya
SEMARANG[BahteraJateng] – Kota Semarang meraih enam penghargaan tingkat nasional dalam kategori Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), menegaskan posisinya sebagai salah satu kota dengan kekayaan budaya paling beragam di Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam agenda Revitalisasi Ekosistem Kebudayaan Kabupaten/Kota Jawa Tengah di The Wujil Resort pada Selasa (21/4) malam.

Mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Indriyasari hadir menerima penghargaan tersebut. Agustina menyebut capaian ini sebagai bentuk pengakuan negara atas identitas budaya masyarakat Semarang, sekaligus kado menjelang Hari Jadi ke-479 Kota Semarang pada 2 Mei.
Enam karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB meliputi Wingko Babat, Ganjel Rel, Bubur Khoja, Lam Kowan, serta seni Barongsai dan Kaligrafi China. Ragam ini mencerminkan kuatnya akulturasi budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad di Kota Atlas.
“Penetapan ini membuktikan ekosistem kebudayaan Semarang sangat inklusif. Mulai dari kuliner hingga seni pertunjukan, semuanya hidup berdampingan dan menjadi identitas kota,” ujar Agustina.
Ia menambahkan, proses pengajuan karya budaya tersebut telah melalui tahapan riset dan verifikasi panjang. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil konsistensi masyarakat dalam menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah Kota Semarang berharap, pengakuan WBTB ini dapat memberikan dampak nyata terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kuliner seperti Bubur Khoja dan Lam Kowan diharapkan semakin dikenal luas dan menjadi daya tarik wisata unggulan.
“Warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Kami ingin Semarang dikenal dunia sebagai kota yang kaya tradisi dan mampu merawat keberagaman,” pungkasnya.(sun)

