Semen Indonesia Angkat Batik Lasem dalam Pameran INACRAFT
JAKARTA [BahteraJateng]- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengangkat UMKM Batik Lasem dalam pameran INACRAFT 2025 di area Main lobby dan Assembly Hall JICC (Jakarta International Convention Center).
PT SIG menjadi salah satu peserta dalam booth Rumah BUMN. Sekitar 14 BUMN turut berpartisipasi melibatkan 52 UMKM binaan dari berbagai kategori. Meliputi fashion, kerajinan tangan dan aksesoris. Ada 149 produk unggulan siap menembus pasar internasional.
Menteri BUMN Erick Thohir, UMKM dan BUMN adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. BUMN tidak hanya berfokus pada pertumbuhan korporasi, tetapi juga berperan aktif membantu UMKM Indonesia agar semakin berkembang dan tangguh di pasar nasional serta internasional dalam mendukung ekonomi kerakyatan.
“Kementerian BUMN memiliki peran besar dalam membantu memajukan UMKM di Indonesia. Kami terus mendorong UMKM untuk berkembang melalui berbagai program dan kerja sama dengan lembaga lain,” ujarnya, Jumat (7/2).
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, Indonesia adalah negara kaya akan budaya, termasuk dalam hal fashion. Indonesia tercatat memiliki beragam wastra (kain tradisional), mulai dari batik, tenun, songket, ulos, dan lain-lain. Keikutsertaan dua UMKM binaan SIG yaitu Batik Tulis Lasem Hastadana dan Saleen dalam pameran INACRAFT 2025 merupakan bagian dari upaya mempromosikan wastra nusantara kepada masyarakat.
SIG, kata dia, secara konsisten memberikan pendampingan secara menyeluruh dan berkelanjutan kepada UMKM. Salah satunya mengikutsertakan mereka dalam berbagai pameran untuk memperluas jangkauan pemasaran produk.
“Wastra Indonesia bukanlah sekadar kain, tetapi sebuah identitas kebanggaan bangsa. Kreativitas UMKM binaan SIG dalam memadukan wastra indonesia dengan tren fashion kekinian diharapkan menumbuhkan rasa bangga dan menarik minat masyarakat, utamanya generasi muda,” kata dia.
Melalui pameran INACRAFT 2025, kata dia, SIG berharap fashion nusantara akan lebih dikenal luas oleh masyarakat bahkan mendunia serta dapat menghidupkan industri kreatif di tanah air.
Melalui Rumah BUMN, dengan memberikan kesempatan berpartisipasi, SIG berupaya membantu para pengusaha lokal agar lebih siap bersaing di pasar internasional melalui pembinaan yang lebih baik dan akses pasar yang lebih luas.
“Keberhasilan UMKM binaan BUMN ini adalah cerminan nyata dari kontribusi besar BUMN terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia,” kata dia.


