Komisi B DPRD Provinsi Jateng saat bertandang ke Museum Batij Yogyakarta, Jumat (6/2). [Foto: Dok Humas]
Komisi B DPRD Provinsi Jateng saat bertandang ke Museum Batij Yogyakarta, Jumat (6/2). [Foto: Dok Humas]
| | |

Usulkan Program Wajib Kunjung Museum, Komisi B : Kita Banyak Museum Untuk Edukasi

YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Komisi B DPRD Jateng meminta Pemerintah Provinsi Jateng menggulirkan program ‘Wajib Kunjung Museum’ bagi pelajar sebagai upaya massif untuk menghidupkan Museum sebagai destinasi wisata.

Hal itu dilontarkan Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Jateng dr Sholehah Kurniawati usai menyambangi Museum Batik Yogyakarta guna mendalami tata kelola wisata sejarah yang inspiratif, Jumat (6/3) lalu seperti dialnsir laman dprd.jatengprov.go.id.


Komisi B meyakini ‘Wajib Kunjung Museum’ mampu memicu wacana baru untuk memperkuat sektor pariwisata Jateng melalui jalur edukasi yang lebih terstruktur.

Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap pengelolaan museum swasta di Yogyakarta yang mampu menyajikan filosofi dan corak batik sebagai kekayaan budaya yang memikat. Namun, poin utama yang menjadi perhatian adalah adanya dukungan regulasi yang kuat dari Pemerintah DI. Yogyakarta.

“Kami melihat di DI Yogyakarta ada regulasi yang sangat bagus yaitu mewajibkan anak-anak sekolah untuk berkunjung ke museum-museum, di kita juga banyak museum untuk edukasi,” ujar Legislator PPP itu.

Menurut dia, skema kewajiban kunjungan museum bagi pelajar sangat mungkin diadopsi Jateng. Mengingat, Jateng sendiri memiliki kekayaan budaya yang tidak kalah beragam, terutama industri batik.

Sholehah menambahkan, penerapan regulasi serupa di Jateng itu diyakini memberikan 2 dampak besar sekaligus yaitu penguatan karakter menjadi sarana edukasi yang nyata bagi generasi muda untuk memahami akar budaya.

“Kedua, akselerasi ekonomi yakni dengan mendorong pertumbuhan industri pariwisata daerah secara lebih masif melalui kunjungan yang terprogram,” jelasnya.

Menurut Sholehah, Jateng sangat kaya akan budaya. Jika regulasi itu diadopsi, akan sangat bagus untuk mengedukasi anak-anak sekaligus mendorong perkembangan pariwisata di Jateng.

“Sehingga kita mengedukasi para pelajar yang sekaligus menghidupkan museum sebagai destinasi wisata,” pungkasnya. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *