Posyandu Plus Surakarta
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, saat mengunjungi Posyandu Plus Anggrek XV di Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta, Sabtu (17/1).(Dok. Pemprov Jateng)

Wagub Jateng Dorong Posyandu Plus Surakarta Jadi Contoh Penanganan Kesehatan Mental

SURAKARTA[BahteraJateng] – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta inovasi layanan Posyandu Plus Berbasis 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) di Kota Surakarta dijadikan model bagi daerah lain, khususnya dalam penanganan kesehatan mental generasi muda.

Hal itu disampaikan saat ia mengunjungi Posyandu Plus Anggrek XV di Kelurahan Gilingan pada Sabtu (17/1). Di lokasi tersebut, tersedia layanan konseling psikolog profesional untuk masyarakat.


“Harapannya layanan Posyandu di Kota Surakarta bisa diadopsi di kabupaten dan kota lain,” kata Taj Yasin.

Menurutnya, kolaborasi dengan psikolog dari rumah sakit daerah merupakan langkah tepat untuk merespons maraknya kasus bullying dan kekerasan yang berdampak pada kesehatan mental.


Ia menegaskan, isu kesehatan mental menjadi perhatian serius Pemprov Jateng melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang juga menyediakan layanan konseling bagi pelajar.

Ketua TP Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin, menyebut layanan konseling relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Ia mendorong seluruh Posyandu di Jateng mengimplementasikan enam SPM, termasuk bidang pendidikan melalui PAUD, pojok baca, dan literasi digital.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kota Surakarta Venessa Winastesia, mengatakan Posyandu Plus digagas karena tingginya kasus bunuh diri.

Pada 2025, sekitar 6.000 warga mengikuti skrining kesehatan mental, dengan sembilan persen dirujuk ke puskesmas untuk penanganan lanjutan.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *