Waspada Batuk Berkepanjangan Tak Kunjung Sembuh
JAKARTA [BahteraJateng]- Batuk berkepanjangan terutama batuk kronis berlangsung lebih dari delapan minggu bisa menjadi tanda penyakit Fibroris Paru.
“Waktu tepat untuk memeriksakan diri pernapasan menetap lebih dari dua minggu,” ungkap Spesialis Paru dari RS Persahabatan, dr Arini Purwono, Sp.P di sela-sela talkshow Kementerian Kesehatan RI ‘Awalnya Batuk, Kok Jadi Sedak?” Yuk, Kenali Fibrosis Paru!”, Senin (23/12).
Menurut dia, deteksi dini pasien bisa ditempuh melalui High-Resolution Computed Tomography (HRCT). Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat dibandingkan foto rontgen torak saja.
“Sebagai deteksi dini untuk infeksi
infeksi, peradangan atau paparan zat berbahaya. Jika penyebab batuk ini dibiarkan tanpa pengobatan, kerusakan pada jaringan paru-paru bisa terjadi dan berkembang menjadi Fibrosis Paru,” terang dia.
Dia melanjutkan, Fibroris Paru adalah luka di saluran pernapasan. Dalam keadaan paru-paru berfungsi normal mengembang mengempis untuk bernapas dan pertukaran gas.
Sedangkan, lanjut dia, jika terjadi fibrosis terjadi kekakuan dinding paru-paru sehingga tidak dapat mengembang dan mengempis secara normal. Alhasil, pertukaran gas menjadi terganggu hingga memicu sesak.
Beberapa penyebab Fibrosis Paru meliputi autoimun, paparan asap rokok, individu bekerja terpapar debu atau bekerja di bidang pertanian. Adapun, penyebab lain adalah Infeksi Tuberculosis dan Covid-19.
Dinding normal dan tipis, terjadi fibrosis terjadi kekakuan tidak dapat mengembang mengempis secara normal sehingga menganggu pertukaran gas. Pada tahap awal terjadi batuk lama kelamaan sesak.
“Deteksi dini sangat penting sehingga pengobatan tidak semakin tertunda. Proses penyembuhan tidak sebagus saat masih usia muda,” kata dia.


