Pagelaran wayang di HUT ke-53 IPPK Jateng
Pagelaran wayang di Semarang bagian dari rangkaian acara puncak HUT ke-53 IPPK Jateng di Pendopo Karanganyar, Rabu (29/7/2026).(Dok. IPPK Jateng)

Wayang Kulit Jadi Media Edukasi dan Pelestarian Budaya dalam HUT ke-53 IPPK

SEMARANG[BahteraJateng] – Pagelaran wayang kulit menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Perkumpulan Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter sekaligus melestarikan budaya bangsa.

Ketua IPPK Jawa Tengah Sudharto mengatakan, pemilihan wayang kulit bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang sarat nilai-nilai pendidikan, kepemimpinan, kejujuran, dan keteladanan. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen IPPK dalam menjaga marwah pendidikan dan kebudayaan.


Sebelum resepsi puncak HUT ke-53 yang akan digelar di Pendopo Kabupaten Karanganyar pada Rabu (29/7/2026), IPPK Jawa Tengah lebih dulu menggelar pagelaran wayang kulit di Auditorium RRI Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara IPPK Jawa Tengah, RRI Semarang, dan Paguyuban Suko Laras Semarang.

Dalam pementasan itu, dalang Ki Bremoro Sekar Wongso membawakan lakon Sayembara Menthang Gandhewa yang mengisahkan keberhasilan Rama Wijaya memenangkan sayembara untuk mempersunting Dewi Shinta.


Koordinator Humas Panitia HUT ke-53 IPPK Jawa Tengah, Puji Joharnoto, mengatakan wayang kulit dipilih karena merupakan warisan budaya adiluhung yang efektif mempererat silaturahmi anggota IPPK yang tersebar di berbagai daerah.

“Selain itu, pagelaran tersebut menjadi wujud tanggung jawab organisasi dalam menjalankan amanat pelestarian budaya Nusantara yang telah menjadi bagian dari jati diri IPPK sejak organisasi itu berdiri,” katanya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *