WOW! Wajah Paslon Pilgub Jateng Luthfi-Yasin Jadi Perangko Prisma Resmi Kantor Pos
SEMARANG[BahteraJateng] – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2, Luthfi-Yasin, kini tampil di perangko Prisma resmi Kantor Pos yang bisa digunakan untuk surat-menyurat. Bagi masyarakat yang ingin mempergunakan perangko wajah Luthfi-Yasin dalam surat-menyuratnya, bisa mendapatkannya secara gratis dengan menghubungi Posko Pemenangan Santri Taj Yasin Maimoen di Jl. Pahlawan No. 5, Kota Semarang.
Ide kreatif ini digagas oleh Ahmad Zamroni, Ketua Umum Santri Filateli Indonesia (SFI). Zamroni yang juga santri, sangat mendukung keterlibatan kalangan santri dalam Pilgub Jateng, salah satunya dengan menampilkan wajah paslon 2 (Luthfi-Yasin) di perangko Prisma terbitan resmi Kantor Pos. “Sebagai santri kita bangga punya Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah dari kalangan santri,” ujarnya.

Peluncuran perangko khusus Luthfi-Yasin berlangsung pada Minggu, 10 November 2024 di Posko Pemenangan Santri. Dalam sambutannya, Zamroni menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya bisa berperan dalam momen bersejarah ini. Bagi SFI, peluncuran perangko edisi Pilgub Jateng ini bukan hanya sekadar seremoni, tapi juga upaya mengabadikan momentum penting dalam perjalanan demokrasi di Jawa Tengah.
Zamroni mengajak masyarakat, terutama para filatelis, untuk memanfaatkan perangko ini sebagai media edukasi dan koleksi bernilai. Melalui Prisma, masyarakat bisa memesan perangko dengan desain khusus seperti logo atau gambar yang mereka pilih. Prisma, yang diperkenalkan PT Pos Indonesia, dicetak di atas security printing berkualitas, seperti kertas berharga lainnya.

Menurut Tjahjaning Seno, Manajer Filateli PT Pos Indonesia, Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang menggunakan teknologi perangko Prisma, yang memungkinkan konsumen memesan perangko dengan foto atau identitas khusus. Perangko ini dihargai sekitar Rp 5.000 per lembar, dengan satu paket berisi enam perangko. Ardi, perwakilan PT Pos Indonesia, menambahkan bahwa Prisma sering digunakan sebagai media kampanye, suvenir, atau sarana personalisasi dalam berkirim surat.
Ide ini menjadi alternatif unik dalam kampanye politik dan menambah warna baru bagi koleksi filateli Indonesia, memperkenalkan filateli sebagai bagian dari budaya serta media edukasi yang bernilai.

