Rektor Unwahas, Prof Helmy Purwanto melepas langsung 220 mahasiswa untuk mengikuti KKN Tematik Program WASESA di wilayah Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Senin (2/6).(Dok Humas)
Rektor Unwahas, Prof Helmy Purwanto melepas langsung 220 mahasiswa untuk mengikuti KKN Tematik Program WASESA di wilayah Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Senin (2/6).(Dok Humas)

Unwahas Lepas 220 Mahasiswa untuk KKN Tematik Program WASESA

SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melepas sebanyak 220 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Program WASESA (Warga Semarang Sadar Adminduk) di wilayah Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Senin (2/6).

Acara pelepasan digelar di Kampus 2 Unwahas Fakultas Kedokteran, Nongkosawit, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo, mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, serta Rektor Unwahas Prof. Helmy Purwanto, bersama jajaran pimpinan kampus dan dosen pembimbing.

Program KKN Tematik ini merupakan kolaborasi lanjutan antara Unwahas dan Pemkot Semarang melalui Disdukcapil dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan (adminduk), khususnya penggunaan aplikasi digital Si’Dnok (Sistem Informasi Dukcapil Online Kota Semarang) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Transformasi digital tidak akan berjalan optimal tanpa kesadaran masyarakat. Melalui Program WASESA, mahasiswa kami hadir di tengah masyarakat untuk mengenalkan teknologi pelayanan adminduk yang cepat, mudah, dan gratis,” ujar Rektor Unwahas, Prof. Helmy Purwanto.

Dalam sambutan Wali Kota Semarang yang dibacakan Kadis Dukcapil, pemerintah memberikan apresiasi atas kontribusi Unwahas dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik.

Mahasiswa dinilai sebagai agen perubahan yang dapat mengedukasi warga dalam mengakses layanan kependudukan secara daring.

Kepala Disdukcapil Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo, menyatakan bahwa aplikasi Si’Dnok telah membantu ribuan warga dalam pengurusan KTP-el, KK, dan akta secara daring.

Ia berharap keterlibatan mahasiswa mampu memperluas literasi digital hingga tingkat RW dan kelurahan.

Program KKN Tematik WASESA akan berlangsung selama 30 hari, mencakup 16 kelurahan di Kecamatan Gunungpati. Para mahasiswa yang seluruhnya merupakan penerima beasiswa KIP Kuliah akan mendapat pelatihan teknis sebelum terjun ke masyarakat, termasuk pendampingan penggunaan aplikasi dan sosialisasi adminduk.

Koordinator program, Dr. Anna Yulia Hartati, menyebutkan bahwa mahasiswa juga akan menyelenggarakan kegiatan edukatif, seperti simulasi penggunaan aplikasi dan pendampingan registrasi IKD, serta mengedukasi warga tentang pentingnya dokumen kependudukan untuk layanan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial.

Program ini diharapkan menjadi model KKN tematik yang dapat direplikasi di wilayah lain, sekaligus menjadi kontribusi Unwahas dalam mendukung revolusi digital pelayanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *