Tradisi hajatan kirim doa disertai sedekah bibit tanaman sukun kepada warga oleh Zenly Bright Indonesia melalui program Bhakti Alam di Zenly Workshop Rembang.(Dok. Zenly Workshop Rembang)
|

Budaya Zenly Bright Indonesia, Hajatan Sekaligus Sedekah Bibit Pohon

REMBANG[BahteraJateng] – Setiap tahun, Zenly Bright Indonesia, selalu mengadakan program Bhakti Alam melalui Zenly Workshop Rembang dengan penanaman pohon dilahan kritis, KPS, dan lahan yang memiliki sumber mata air diberbagai tempat di Kabupaten Rembang dengan tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS).

Meski kesehariannya tinggal di Pulau Dewata, owner Zenly Bright Indonesia, Muhrom Zaenul Mahmudi atau lebih akrab dipanggil Zaen, kelahiran Desa Sendangmulyo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, tidak serta merta meninggalkan tradisi yang diyakininya, hajatan kirim doa untuk orang tuanya yang telah tiada.


Kombinasi kecintaan pada alam dan kesetiannya pada tradisi inilah menjadikan acara hajatan kirim do’a yang diselenggarakan Zaen nampak berbeda dari biasanya, karena disertai dengan sedekah bibit tanaman sukun pada masyarakat.

Konsultan Ekologis Zenly Bright Indonesia, Achmad Rif’an menyampaikan bahwa Zenly Bright Indonesia memberikan edukasi dan aksi langsung dengan memadukan budaya hajatan dengan pemahaman ekologi.


“Dengan ungkapan ‘tidak akan mendapatkan buah, tanpa ada akarnya’ di tas hajatan mengandung maksud bahwa hanya niat tulus mencari ridha Allah untuk bisa mewujudkan buah tujuan mulia kehidupan manusia,” kata Rif’an, Jumat (6/2).

Lebih lanjut Rif’an mengungkapkan alasan dibalik pemilihan bibit sukun dalam sedekah bibit yang menyertai acara hajatan.

“Dipilih sukun karena selain dapat dipanen buahnya, juga bisa dijadikan tanaman ‘water catchment’ yang menyimpan air bersih. Buah sukun juga merupakan substitusi beras yang mendukung program ketahanan pangan nasional,” ungkap Rif’an.

Ditempat yang sama, Gus Nashifuddin Luthfi, dalam taushiyahnya menyampaikan tentang sikap dan akhlak mulia dengan berbakti kepada orang tua serta menjadi ahli sedekah.

“Termasuk sedekah tumbuhan seperti dicontohkan dalam hajatan doa bagi Kyai Suyadi (orang tua Zaen, red.) pada malam ini,” kata Gus Nashifuddin.

Acara hajatan yang dihadiri oleh puluhan warga dan alim ulama sekitar Zenly Workshop Rembang ini, diharapkan nantinya Desa Sendangmulyo bisa menjadi sentra buah sukun di Kabupaten Rembang serta bagian dari mendukung program ketahanan pangan.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *