APTRI Blora
Puluhan petani tebu yang tergabung dalam APTRI Kabupaten Blora mendatangi Kantor Pusat Perum Bulog di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (21/1).(Dok. Dinkominfo Blora)

APTRI Blora Kawal Keberlanjutan Renovasi PG PT GMM Bulog

BLORA[BahteraJateng] — Upaya Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora Mustopa, bersama pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora dalam memperjuangkan keberlanjutan renovasi Pabrik Gula (PG) PT GMM Bulog pada masa giling 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Salah satunya disampaikan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Blora, Kusnanto pada Sabtu (24/1).


Apresiasi tersebut disampaikan menyusul rapat khusus yang digelar di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Rabu (21/1/2026), yang membahas kelangsungan operasional PG PT GMM Bulog.

Dalam rapat tersebut, Pemkab Blora dan APTRI meminta agar pabrik gula tetap beroperasi dengan pengelolaan yang profesional.


Kusnanto menilai keberadaan PG PT GMM Bulog sangat vital karena menjadi satu-satunya harapan ribuan petani tebu di Blora untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

“Pabrik gula dinilai mampu menimbulkan efek berganda bagi perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia juga menyebut, sejak awal pembangunan, PG PT GMM Bulog dirancang memiliki potensi sebagai wisata industri yang ramah lingkungan dan dapat terintegrasi dengan objek wisata alam Gua Terawang di Kecamatan Todanan.

Sementara itu, Direktur Keuangan Bulog Hendra Susanto menyampaikan bahwa pengajuan margin fee Bulog sebesar 7 persen ke Sekretariat Negara telah disetujui pada Jumat (23/1).

Persetujuan tersebut membuka jalan bagi realisasi renovasi pabrik, termasuk penggantian dua boiler yang rusak berat serta pembenahan manajemen internal.

Kusnanto meminta pengurus APTRI terus mengawal realisasi janji tersebut agar masa giling 2026 dapat berjalan sesuai harapan petani.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *