Banjir Bandang Terjang Lereng Gunung Slamet, Dua Kecamatan di Purbalingga Terdampak
PURBALINGGA[BahteraJateng] — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Purbalingga memicu banjir bandang di dua kecamatan lereng Gunung Slamet, yakni Kecamatan Mrebet dan Kecamatan Karangreja pada Jumat (23/1) malam.
Banjir membawa material lumpur, batu, dan kayu dari hulu sungai, mengakibatkan kerusakan rumah warga, infrastruktur, serta lahan pertanian.
Di Kecamatan Mrebet, banjir bandang menerjang Desa Sangkanayu, tepatnya di RT 13 dan 14 RW 05 Dusun 3. Dari 78 rumah warga, enam rumah terdampak, dengan tiga rumah rusak berat dan tiga lainnya tertimbun material banjir.
Selain kerusakan rumah, dua jembatan dilaporkan terputus. Tujuh kendaraan roda dua dan satu kendaraan roda empat hilang terseret arus.
Sementara itu, di Kecamatan Karangreja, hujan deras menyebabkan Sungai Kali Gajah meluap dan menerjang Dukuh Kaliurip Desa Serang serta Dusun Bambangan Desa Kutabawa.
Material banjir menutup aliran sungai hingga air meluap ke badan jalan. Jembatan penghubung Kutabawa–Bambangan dan Kutabawa–Clekatakan Pemalang rusak berat dan ambruk, mengakibatkan akses jalan kabupaten terputus.
Banjir bandang juga berdampak pada sektor pertanian. BPBD Kabupaten Purbalingga mencatat sekitar 110 hektare lahan pertanian terancam gagal panen. Ribuan zak pupuk dan sejumlah alat pertanian dilaporkan hilang terbawa banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon H, mengatakan pendataan kerusakan masih berlangsung karena beberapa wilayah terisolasi dan komunikasi terputus.
“Hingga saat ini tercatat sekitar 210 rumah terdampak dan sekitar 500 warga mengungsi ke masjid, rumah ibadah, vila, serta rumah kerabat,” ujarnya pada Sabtu (24/1).
Dalam peristiwa tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia atas nama Solehah, warga Desa Serang, dan satu warga lainnya mengalami luka berat.
“BPBD bersama tim gabungan terus melakukan penanganan darurat dan membuka akses wilayah terdampak,” tandasnya.

