Bank Jateng
Bank Jateng bersama Pemkab Kudus menyalurkan bantuan sarana usaha dan modal bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Lapangan Tenis Indoor Angga Sasana Krida, Rabu (31/12).(Dok Humas Bank Jateng)

Bank Jateng dan Pemkab Kudus Salurkan Bantuan Rp570 Juta untuk PKL

KUDUS[BahteraJateng] – Bank Jateng bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyalurkan bantuan sarana usaha dan permodalan senilai Rp570 juta kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Bantuan tersebut bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng dan diserahkan secara simbolis di Lapangan Tenis Indoor Angga Sasana Krida pada Rabu (31/12).


Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi dukungan Bank Jateng terhadap Program Keberlanjutan Penuntasan Kemiskinan (PKPK). Menurutnya, sektor PKL dan UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal dan penopang kesejahteraan masyarakat di tingkat bawah.

“Bantuan ini merupakan langkah nyata dalam memberdayakan pelaku usaha kecil agar lebih produktif dan mampu meningkatkan pendapatannya,” kata Sam’ani.


Ia juga mengimbau para penerima bantuan untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan. Selain menjaga kebersihan dan higienitas, para PKL diminta memperhatikan kemasan, penggunaan perlengkapan kerja, serta pengelolaan sampah agar usaha yang dijalankan lebih tertata dan berdaya saing.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Kudus, Risdiyanto, menyampaikan bahwa penyaluran dana CSR tersebut merupakan komitmen Bank Jateng dalam mendukung program pemerintah daerah dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi stimulus agar PKL dan UMKM dapat naik kelas.

“Bank Jateng akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil secara berkelanjutan,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan meliputi pengadaan 80 unit tenda baru senilai Rp4 juta per unit untuk meningkatkan kualitas dan estetika lapak pedagang.

Selain itu, tambahan modal usaha juga diberikan kepada sekitar 500 PKL guna memperkuat perputaran modal dan keberlanjutan usaha.

Plh Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Djati Solechah, menilai sinergi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap ekonomi akar rumput yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *