Bank Jateng Perkuat Ekonomi Jateng Lewat Kredit Produktif UMKM
SEMARANG[BahteraJateng] — Bank Jateng menegaskan komitmennya memperkuat perekonomian Jawa Tengah melalui penyaluran kredit produktif, khususnya kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko mengatakan, sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jateng tidak hanya menjalankan fungsi menghimpun dan menyalurkan dana, tetapi juga memiliki tanggung jawab mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bank Jateng adalah milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Karena itu, menjadi kewajiban kami untuk terus membesarkan Bank Jateng agar tetap menjadi bank kebanggaan masyarakat Jawa Tengah,” ujar Bambang saat Pengundian Tabungan BIMA Periode II Tahun 2025 dan Periode I Tahun 2026 di Mal 23 Semarang pada Minggu (2/8).
Menurut dia, penguatan ekonomi daerah dilakukan salah satunya dengan memperluas penyaluran kredit produktif kepada UMKM. Pembiayaan tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas usaha masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian di berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Kami terus fokus menyalurkan kredit produktif kepada UMKM agar aktivitas ekonomi di Jawa Tengah semakin tumbuh. Bank Jateng juga bersinergi dengan kepala daerah dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Bambang menambahkan, peran Bank Jateng sebagai bank milik pemerintah daerah membuat lembaga tersebut memiliki tanggung jawab untuk turut mendukung pembangunan daerah. Karena itu, fungsi intermediasi perbankan diarahkan tidak hanya untuk pertumbuhan bisnis bank, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Komitmen tersebut juga diperkuat melalui upaya meningkatkan penghimpunan dana masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui program Undian Tabungan BIMA yang telah menjadi tradisi Bank Jateng selama 36 tahun sebagai bentuk apresiasi terhadap nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).
Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumartia mengatakan, Undian Tabungan BIMA memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah sekaligus mendukung fungsi intermediasi bank.
“Secara strategis, Undian Tabungan BIMA memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik produk simpanan di tengah persaingan industri perbankan, mendorong pertumbuhan DPK, memperkuat hubungan jangka panjang dengan nasabah, serta mendukung fungsi intermediasi Bank Jateng melalui penyaluran kredit produktif kepada masyarakat, UMKM, dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Anna menjelaskan, pengundian Tabungan BIMA kali ini dilakukan untuk dua periode sekaligus, yakni Periode II Tahun 2025 dan Periode I Tahun 2026. Program tersebut menjadi bagian dari strategi Bank Jateng meningkatkan loyalitas nasabah, pertumbuhan rekening dan saldo tabungan, serta penghimpunan DPK.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi tingginya kepercayaan masyarakat kepada Bank Jateng. Ia berharap kepercayaan tersebut terus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan pengembangan produk perbankan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Taj Yasin juga mendorong Bank Jateng memperluas penyampaian informasi kepada masyarakat serta mengembangkan layanan perbankan syariah untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.(day)

