BOP RT Semarang 2026 Terserap 95 Persen, Banyak Digunakan untuk Semarakkan HUT RI
SEMARANG[BahteraJateng] – Realisasi pencairan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RT di Kota Semarang tahun 2026 telah mencapai 95 persen. Tingginya serapan tersebut salah satunya didorong antusiasme pengurus RT menggunakan dana BOP untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Pranyoto, mengatakan hingga pertengahan Agustus 2026 sebanyak 10.127 RT telah mengajukan pencairan BOP dari total 10.622 RT di Kota Semarang.

“Jumlah RT yang sudah mengajukan BOP itu 10.127 dari 10.622 RT atau sekitar realisasinya 95 persen. Ini menunjukkan antusiasme warga yang sangat tinggi terhadap BOP,” kata Pranyoto kepada BahteraJateng, Jumat (14/8).
Menurutnya, pencairan BOP RT telah dimulai sejak Juli 2026. Mayoritas dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan masyarakat dalam menyambut bulan kemerdekaan.

“Sudah dari awal Juli mulai pencairan, mayoritas dari mereka digunakan mempercantik lingkungan permukiman dan membiayai berbagai perlombaan Agustusan,” ujarnya.
Pemkot Semarang menyiapkan anggaran Rp270 miliar dari APBD murni untuk program BOP RT. Hingga pertengahan Agustus, dana yang telah dicairkan mencapai Rp257,4 miliar.
Pranyoto menyebut tingginya pencairan BOP turut membuat kegiatan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat lingkungan semakin meriah.
“Agustusan tahun ini di Kota Semarang lebih meriah. Rata-rata pencairan (BOP) itu untuk memeriahkan hari kemerdekaan,” katanya.
Meski demikian, masih terdapat ratusan RT yang belum mengajukan pencairan. Sebagian berada di kawasan permukiman elite dengan kondisi ekonomi masyarakat relatif lebih mapan.
“Wajar kalau ada yang tidak mengambil. Misalnya karena kawasan mereka ekonominya menengah ke atas, sehingga kasnya sudah banyak. Tidak mengambil tidak apa-apa, tidak ada paksaan,” jelasnya.
Kecamatan Gunungpati menjadi salah satu wilayah dengan pencairan BOP RT mencapai 100 persen. Sementara serapan terendah tercatat di Kecamatan Semarang Tengah yang merupakan kawasan bisnis dan pusat perkantoran.

