Debat Pertama Pilwakot Semarang, Yoyok-Joss Paparkan Visi Semarang Maju dan Bermartabat dengan Konsep Bocahe Dewe
SEMARANG[BahteraJateng] – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Yoyok Sukawi dan Joko Santoso, memanfaatkan momen debat perdana Pilwakot Semarang 2024 untuk menyampaikan visi misi mereka secara kompak, yang diselenggarakan di Hotel MG Setos Kota Semarang pada Jumat (1/11/2024) malam itu mengusung tema “Ekonomi, Infrastruktur, dan Ketahanan Kota Semarang.”
Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss), yang tergabung dalam Koalisi Semarang Maju Bermartabat, menegaskan komitmen mereka untuk membawa Semarang menjadi kota metropolitan yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan.
“Kota Semarang adalah rumah kami, dan kami berkomitmen untuk menjadikannya kota metropolitan yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan dengan semangat kolaboratif,” ungkap Yoyok Sukawi.
Yoyok memaparkan visi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Semarang hingga 7% per tahun, didukung oleh 7 misi, 23 program aksi, 8 program unggulan yang disebut “hasta karya,” serta 30 kegiatan intervensi.
Yoyok menjelaskan konsep Bocahe Dewe, yang menggarisbawahi kedekatan mereka sebagai putra daerah asli yang memahami kebutuhan dan tantangan Semarang. Hasta karya yang mereka tawarkan terdiri dari:
1. Program Semarang Pinter lan Sehat
2. Program Semarang Ngopeni
3. Program Semarang Mulyo
4. Program Semarang Tentrem
5. Program Semarang Royo-royo
6. Program Semarang Bangun
7. Program Semarang Berseri
8. Program Semarang Keren
Dalam paparan ini, Yoyok menegaskan bahwa mereka ingin mewujudkan kepemimpinan yang “Mantap” (singkatan dari Maju dan Bermartabat). Jika dipercaya memimpin, visi ini akan menjadi landasan dasar bagi kepemimpinan mereka di Kota Semarang.
Joko Santoso turut menyoroti berbagai permasalahan yang dihadapi Semarang, seperti tingkat pengangguran terbuka yang mencapai 5,99%, masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, provinsi, dan kota-kota lain, seperti Surakarta.
Ia juga menekankan bahwa PDRB per kapita Semarang yang sebesar 1,47 juta per tahun masih tertinggal dari kota-kota besar seperti Surabaya. Selain tantangan ekonomi, masalah lingkungan seperti rob, banjir, darurat sampah, dan sanitasi dasar juga memerlukan perhatian khusus.
Mereka berkomitmen untuk melanjutkan program kepemimpinan sebelumnya, memperbaiki yang belum optimal, dan menambah program baru sesuai kebutuhan.
“Dengan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat yang dipimpin oleh Prabowo Subianto, pasangan Yoyok-Joss berharap dapat membawa Semarang lebih sejahtera dan bermartabat,” tandas Yoyok.(sun)

