Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal
Delegasi Taiwan terdiri 36 ahli dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor mengunjungi pabrik PT Sido Muncul di Ungaran, Semarang, Kamis (13/8). [Foto : Sunu]
| |

Delegasi Taiwan Kunjungi Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama Tanaman Obat dan Industri Herbal

SEMARANG[BahteraJateng] – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menerima kunjungan delegasi Taiwan yang dipimpin oleh Prof. Yuan Shiun Chang, Ph.D., Profesor Farmakognosi dari Departemen Ilmu Farmasi Tiongkok, Fakultas Kedokteran Tiongkok, China Medical University, Taichung, Taiwan ke Pabrik Sido Muncul di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (13/8), yang merupakan bagian dari studi lapangan mengenai sumber daya tanaman obat di Indonesia yang berlangsung pada 9–17 Agustus 2026.

Delegasi tersebut terdiri dari 36 ahli dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, antara lain pemerintah, akademisi, pertanian, praktisi Pengobatan Tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine/TCM), perusahaan farmasi TCM, serta importir tanaman obat TCM.


Pemimpin delegasi Dr. Yi-Chang Su, MD, Ph.D., Direktur National Research Institute of Chinese Medicine sekaligus Direktur Departemen Pengobatan dan Farmasi Tiongkok (TCM) di Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan.

Pemimpin delegasi Dr. Yi-Chang Su, MD, Ph.D. [Foto: Sunu]
“Kami senagaja berkunjung ke Sido Muncul untuk mempelajari potensi sumber daya tanaman obat Indonesia, mulai dari ketersediaan dan budidaya, pengumpulan, pengolahan, ekstraksi, penjaminan mutu, hingga sistem pengelolaan bahan baku dan produksi herbal,” kata Yi-Chang Su.


Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul), Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menyambut baik kunjungan delegasi Taiwan tersebut.

“Kami menyambut baik kunjungan delegasi dari Taiwan ini. Bagi kami, kunjungan seperti ini bukan hanya untuk memperkenalkan Sido Muncul, tetapi juga menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan mengenai tanaman obat, standar mutu, penelitian, dan pengembangan industri herbal,” ujar Irwan Hidayat.

Irwan mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan tanaman obat yang sangat besar dan beragam. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan, memiliki standar mutu yang konsisten, serta didukung oleh penelitian ilmiah sehingga dapat diterima di pasar internasional.

“Indonesia memiliki sumber daya tanaman obat yang luar biasa. Yang penting adalah bagaimana bahan baku tersebut dibudidayakan dengan baik, diproses secara benar, memiliki standar mutu, dan dibuktikan secara ilmiah. Kalau itu dilakukan, saya yakin Indonesia mempunyai peluang besar untuk menjadi salah satu sumber bahan baku herbal dunia,”katanya.

Menurut Irwan, ketertarikan dari Taiwan terhadap tanaman obat Indonesia juga menunjukkan semakin pentingnya diversifikasi rantai pasok bahan baku herbal di tingkat global. Ia melihat peluang tersebut tidak hanya dari sisi perdagangan, tetapi juga dari pengembangan budidaya, transfer pengetahuan, penelitian, dan penguatan standar industri.

“Kalau ada peluang untuk meningkatkan perdagangan tanaman obat dengan Taiwan, tentu kami menyambut baik. Tetapi yang lebih penting adalah membangun kerja sama jangka panjang. Kita bisa bekerja sama dalam penelitian, budidaya, standardisasi, pendidikan, maupun pengembangan produk herbal”, tambah Irwan.

Sebelumnya, Sido Muncul juga menerima kunjungan Prof. Joseph Jie Yu dari University of Nottingham Ningbo China pada Februari 2026 lalu, yang melihat secara langsung proses manufaktur di fasilitas Sido Muncul.

Irwan menambahkan, perkembangan tersebut menunjukkan adanya peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam industri herbal global.

“Saya melihat ini sebagai sesuatu yang positif. Kita tidak perlu merasa rendah diri dengan industri herbal negara lain. Kita mempunyai kekayaan bahan baku dan pengalaman yang panjang. Tugas kita adalah terus meningkatkan kualitas, standardisasi, dan pembuktian ilmiahnya,” tegasnya.

Dalam kunjungannya ke Sido Muncul, delegasi Taiwan juga mempelajari pengelolaan bahan baku tanaman obat, termasuk aspek budidaya, pengumpulan, pengolahan, ekstraksi, dan penjaminan mutu.

“Mereka membawa daftar 100 tanaman obat TCM yang menjadi komoditas utama impor Taiwan. Sejumlah tanaman yang telah diimpor Taiwan dari Indonesia, antara lain cengkeh, akar Helminthostachys zeylanica, lada, dan rimpang Curcuma longa, juga menjadi bagian dari objek kajian,” tambah Irwan.

Sebagai perusahaan yang telah berdiri lebih dari 70 tahun, Sido Muncul fokus mengembangkan ekosistem usaha yang mencakup penyediaan bahan baku, pengolahan dan ekstraksi, produksi, penjaminan mutu, distribusi, hingga penelitian dan pengembangan.

Irwan berharap kunjungan delegasi Taiwan dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *