| |

DPRD Jepara Tegaskan Dukung Pendidikan Islam dan Ponpes

JEPARA[BahteraJateng] – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara, Agus Sutisna, menyoroti peran penting alokasi anggaran untuk mendukung pendidikan Islam dan pondok pesantren (ponpes).

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Jepara dalam forum diskusi bertajuk Jagong Manajemen Pendidikan Islam (JAMPI) yang diinisiasi Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, pada Kamis, 19 Desember 2024.


“Kami di DPRD Jepara terus berupaya memberikan dukungan anggaran melalui mekanisme pokok-pokok pikiran DPRD. Namun, keterbatasan keuangan daerah menjadi tantangan yang harus diatasi dengan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tutur Agus Sutisna.

Agus Sutisna juga mendorong pemerintah untuk lebih inovatif dalam meningkatkan PAD agar kemandirian fiskal tercapai. Dengan begitu, dukungan untuk lembaga pendidikan Islam bisa lebih maksimal.


Forum diskusi JAMPI yang diinisiasi Kemenag Jepara, merupakan upaya untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan Islam, dan pondok pesantren di Kabupaten Jepara.

Acara ini selain menghadirkan Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, juga menghadirkan Kepala Bappeda Jepara, Hasanuddin Hermawan, dan Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, sebagai narasumber utama.

Forum ini dihadiri oleh kepala madrasah dan pengasuh pondok pesantren dari seluruh Jepara. Diskusi bertujuan membahas strategi peningkatan kualitas pendidikan Islam dan menciptakan kemandirian di sektor ini.

Dalam sambutannya, Akhsan Muhyiddin menekankan pentingnya dialog lintas sektoral. “Kami ingin menjadikan forum seperti JAMPI sebagai ruang produktif untuk mempertemukan pemerintah, DPRD, dan lembaga pendidikan Islam. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pendidikan Islam di Jepara menjadi lebih maju dan mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Hasanuddin Hermawan menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung melalui program perencanaan pembangunan yang selaras dengan visi pendidikan Islam.

“Kolaborasi antara Bappeda, Kemenag, dan lembaga pendidikan Islam adalah langkah strategis untuk menciptakan sistem pendidikan yang berkelanjutan dan terintegrasi,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini memberi kesempatan bagi kepala madrasah dan pengasuh pondok pesantren untuk menyampaikan aspirasi mereka. Tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan pendidikan Islam juga menjadi pembahasan utama.

Acara ini diharapkan menghasilkan langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti oleh semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Jepara. Sinergi lintas sektor ini juga diharapkan mencetak generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia.(AA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *