Urban Farming warga RT 04 RW II Kelurahan Wonodri
Warga RT 04 RW II Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, dengan mengubah Taman DheDhe menjadi lahan pertanian perkotaan, Minggu (9/8).(Dok. GW)
|

Dukung Program Urban Farming Wali Kota Agustina, Warga Wonodri Lakukan Ini

SEMARANG[BahteraJateng] – Program urban farming yang didorong Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mulai diwujudkan melalui inisiatif warga. Salah satunya dilakukan warga RT 04 RW II Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, dengan mengubah Taman DheDhe menjadi lahan pertanian perkotaan.

Sebanyak ratusan bibit cabai dari berbagai jenis ditanam serentak warga di taman tersebut pada Minggu (9/8). Penanaman ini menjadi bentuk dukungan masyarakat terhadap visi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam mengembangkan pemanfaatan lahan perkotaan agar lebih produktif.


Ketua RT 04 RW II Wonodri, Noor Aini, mengatakan perubahan fungsi Taman DheDhe menjadi lahan urban farming merupakan hasil kesepakatan warga. Gagasan tersebut mendapat dukungan dari Wali Kota Agustina Wilujeng.

“Warga bersepakat menanam cabai karena dinilai lebih memiliki nilai ekonomi, meski kami juga masih mempertahankan tanaman toga di Taman DheDhe,” ujar Noor Aini.


Taman yang sebelumnya digunakan sebagai ruang edukasi dan kesehatan tersebut memiliki panjang sekitar 60 meter dan lebar 3 meter. Warga kemudian berkoordinasi dengan kelurahan, kecamatan, dan Dinas Pertanian Kota Semarang untuk merealisasikan program tersebut.

Dukungan Pemkot diwujudkan melalui Dinas Pertanian yang menyediakan bibit cabai, media tanam, dan pupuk. Warga juga terlebih dahulu mendapatkan penyuluhan mengenai teknik penanaman dan perawatan cabai sebelum melakukan penanaman.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Shotiah, mengatakan pihaknya mendukung penuh inisiatif warga karena sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Semarang.

“Kami sepenuhnya mendukung program urban farming karena sesuai dengan visi misi Wali Kota Semarang,” ujarnya.

Selain memberikan bantuan sarana produksi, Dinas Pertanian turut mendampingi warga dalam proses penanaman dan memberikan edukasi agar budidaya cabai dapat dilakukan secara tepat.

Camat Semarang Selatan Sunardi, mengatakan pemerintah kecamatan akan terus mendorong berbagai inisiatif masyarakat yang sejalan dengan program pemerintah dan memberikan manfaat bagi warga.

“Kami akan bantu fasilitasi apa pun yang dibutuhkan warga, termasuk penyuluhan dan sarana dan prasarana yang diperlukan,” katanya.

Menurut Sunardi, dukungan tersebut tidak terbatas pada program urban farming. Masyarakat juga didorong mengembangkan berbagai kegiatan produktif dan industri kreatif di lingkungan masing-masing.

“Silakan koordinasi dengan lurah setempat yang nanti akan berkoordinasi dengan kami. Tidak hanya urban farming, namun juga di berbagai bidang dan industri kreatif lain, Pemkot Semarang siap memfasilitasi,” pungkasnya.

Pengembangan Taman DheDhe menjadi lahan urban farming menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam menerjemahkan program pemerintah ke tingkat lingkungan. Selain membuat lahan lebih produktif, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong ketahanan pangan sekaligus membuka potensi ekonomi bagi warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *