Efisien dan Kompak, Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Darul Ulum Semarang
SEMARANG[BahteraJateng] – Perayaan Iduladha 1446 H/ 2025 di Masjid Darul Ulum, Jalan Pamularsih Barat II, Kelurahan Bojong Salaman, Kecamatan Semarang Barat, berlangsung lancar meski bertepatan dengan hari Jumat (6/6).
Sejak pagi, panitia telah bersiap melaksanakan penyembelihan hewan kurban dengan melibatkan tim profesional dan gotong-royong jamaah.

Ketua Takmir Masjid Darul Ulum, Mirza Zuda Nur Fajri, menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat 3 ekor sapi dan 16 ekor kambing/domba yang dikurbankan. Jumlah ini tergolong stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah jumlah kurban tahun ini masih sesuai prediksi. Biasanya kalau sapinya tiga, kambing belasan. Kalau sapinya hanya dua, kambing bisa sampai 20-an,” ujar Mirza.

Penyembelihan dimulai pukul 07.00 WIB dan pada pukul 10.00 seluruh hewan telah selesai dikuliti. Karena bertepatan dengan Salat Jumat, seluruh kegiatan lanjutan seperti pemotongan dan pengemasan daging diserahkan kepada jamaah perempuan hingga pukul 11.00.
Menurut Mirza, efisiensi pelaksanaan kurban tak lepas dari keterlibatan seluruh ketua RT di wilayah RW IX serta peran aktif remaja masjid. Pendataan penerima daging dilakukan secara cermat melalui validasi ulang oleh tiap RT.
“Dengan pendataan ini, kita bisa pastikan siapa yang berhak menerima. Misalnya ada yang pindah rumah atau ada keluarga baru, langsung tercatat,” jelasnya.
Namun, ia tak menampik adanya kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah larangan mencuci jeroan di Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang. Untuk mengatasi hal itu, panitia membuat lubang khusus yang kini digunakan secara rutin setiap tahun.
Ketua panitia kurban, Suyono, menambahkan bahwa pelaksanaan kurban di Masjid Darul Ulum sudah menjadi kegiatan tahunan yang terorganisir. Evaluasi dilakukan setiap tahun untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses.
“Panitia setiap rapat hanya fokus ke teknis, bagaimana caranya lebih cepat, rapi, dan tetap menjaga kebersihan area masjid,” ujar Suyono.
Ia menegaskan bahwa kebersihan area masjid menjadi prioritas utama, mengingat lokasi penyembelihan berada di sekitar tempat ibadah. SOP (Standard Operating Procedure) pun telah disusun agar setiap tugas terdistribusi dengan jelas.
“Dari penyembelihan, penimbangan, hingga distribusi sudah diplot. Ada pengawas tiap lini. Area salat juga harus bersih dan suci selesai kegiatan,” tegasnya.
Soal pengemasan, panitia telah memisahkan bagian daging sapi, kambing/domba, tulang, dan jeroan dalam satu paket plastik, sehingga warga yang menerima bisa langsung mengenali isi kantong daging kurban.
“Kita kemas secara terpisah tapi dalam satu kantong. Masyarakat sudah terbiasa dan paham sistem ini,” pungkasnya. (sun)

