Gubernur Luthfi Terima Kunjungan Dubes Tiongkok, Bahas Investasi dan Peresmian KEK Batang
SEMARANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima kunjungan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, di kantornya pada Rabu malam (19/3).
Kunjungan ini dihadiri sejumlah pejabat kedutaan dan tujuh investor, termasuk Ketua Kamar Dagang Tiongkok, Sun Shangbin, serta petinggi perusahaan konstruksi milik negara Tiongkok, China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).

Dalam pertemuan tersebut, Luthfi memperkenalkan berbagai pihak dari Jawa Tengah, seperti perwakilan Pemerintah Provinsi Jateng, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng, pengusaha lokal, serta pengelola kawasan industri seperti Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.
Luthfi menyampaikan bahwa delegasi Tiongkok akan menghadiri peresmian KIT Batang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus pada Kamis (20/3). Acara ini rencananya dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kami berharap KEK Batang bisa menjadi objek vital nasional yang mampu menarik lebih banyak investasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
Lebih lanjut, Luthfi menawarkan peluang kerja sama investasi di tiga sektor strategis, yakni pengelolaan sampah terintegrasi, pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, serta pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) di Pantai Utara (Pantura) guna mengatasi abrasi dan banjir rob.
Selain itu, ia juga mendorong peningkatan kerja sama dengan Provinsi Fujian, Tiongkok, dalam sektor perikanan dan pengolahan hasil laut demi meningkatkan kesejahteraan nelayan di Jawa Tengah.
Menanggapi hal tersebut, Dubes Wang Lutong menyatakan kesiapan Tiongkok untuk terus meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.
Menurutnya, hubungan dagang antara Indonesia dan Tiongkok semakin erat, dengan lebih dari 20 ribu proyek investasi yang telah berjalan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Wang juga mengundang Gubernur Jateng untuk berkunjung ke kantor kedutaan guna menindaklanjuti pembahasan lebih lanjut terkait peluang kerja sama di berbagai sektor.
Selain itu, Wang Lutong menyampaikan bahwa pihaknya berencana membuka sejumlah cabang bank Tiongkok di Indonesia, termasuk di Jateng, guna mempermudah transaksi keuangan bagi para investor. Dengan langkah ini, diharapkan investasi di Jateng semakin berkembang dan berdampak positif bagi perekonomian daerah.
“Kami telah membicarakan pembahasan yang sangat berhasil. Besok pada acara diresmikan KEK di Batang, kami akan mendatangkan semakin banyak investor ke Indonesia, terutama Provinsi Jateng,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa Tiongkok merupakan salah satu negara dengan investasi terbesar di Jateng.
Pada tahun 2024, dari total investasi Rp88,44 triliun, sekitar 16 persen berasal dari investor Tiongkok. Sektor terbesar meliputi industri tekstil (49 persen), industri karet dan plastik (15 persen), serta industri alas kaki (10 persen).
Dengan semakin meningkatnya investasi Tiongkok di Jawa Tengah, diharapkan pertumbuhan ekonomi di provinsi ini semakin pesat, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

