Jejak Arthur Rimbaud Jadi Pintu Penguatan Hubungan Semarang–Prancis, Agustina Buka Ruang Kerja Sama Budaya dan Ekonomi Kreatif
SEMARANG[BahteraJateng] – Jejak perjalanan penyair Prancis Arthur Rimbaud di Semarang pada 1876 menjadi pintu masuk bagi Pemerintah Kota Semarang untuk memperkuat hubungan dengan Prancis melalui kerja sama budaya dan ekonomi kreatif.
Jejak sejarah tersebut kembali dihidupkan melalui pameran Arthur Rimbaud: A Journey Through Java di Lawang Sewu, Semarang pada Kamis (6/8). Pameran itu dibuka setelah Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone.

Agustina mengatakan, keterkaitan sejarah antara Rimbaud dan Semarang tidak hanya penting untuk dikenang, tetapi dapat menjadi modal untuk membangun kolaborasi baru antara kedua pihak.
Rimbaud tercatat pernah singgah di Semarang pada 1876 sebelum melanjutkan perjalanan ke pedalaman Jawa. Melalui pameran di Lawang Sewu, arsip sejarah dan narasi perjalanan sang penyair kembali diperkenalkan kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Semarang dengan Prancis.

Menurut Agustina, sejarah tersebut perlu diolah menjadi kekuatan untuk membangun masa depan kota. Diplomasi budaya dapat menjadi sarana memperkenalkan Semarang ke dunia sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai sektor.
“Diplomasi budaya menjadi sarana memperkenalkan Semarang kepada dunia, menarik wisatawan mancanegara, membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, sekaligus memperluas kesempatan generasi muda Semarang untuk berjejaring di tingkat internasional,” ujar Agustina.
Ia menambahkan, Semarang memiliki modal sejarah, budaya, dan keberagaman yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan dalam membangun jejaring global.
Karena itu, kerja sama dengan Prancis tidak berhenti pada kegiatan kebudayaan, tetapi diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pelestarian warisan budaya.
Salah satu program yang disiapkan yakni Residensi Penulis Semarang–Prancis. Novelis internasional Louis-Philippe Dalembert dijadwalkan berada di Semarang selama tiga bulan mulai September 2026. Pemkot Semarang juga menyiapkan pengiriman penulis asal Semarang untuk mengikuti residensi sastra di Prancis.
“Kami ingin kerja sama ini berjalan dua arah. Pertukaran ini menghadirkan penulis dunia ke Kota Semarang sekaligus membuka jalan bagi penulis Indonesia untuk berkarya di Prancis,” katanya.
Selain sastra, kolaborasi juga diarahkan pada promosi Kawasan Kota Lama melalui partisipasi Semarang dalam Urban Sketchers Symposium 2027 di Prancis, promosi wisata berbahasa Prancis, pelatihan pemandu wisata, festival film, hingga pelestarian cagar budaya.
Agustina menegaskan, penggalian kembali jejak Rimbaud menjadi momentum untuk menjadikan sejarah sebagai jembatan menuju kerja sama masa depan.
“Hubungan internasional ini berfokus pada pembukaan ruang kolaborasi global yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang,” pungkasnya.(sun)

