Kadivre Jateng kunker KPH Randublatung
Kadivre Perum Perhutani Jateng, Suratno, saat melakukan kunjungan kerja ke KPH Randublatung, Blora, Selasa (25/8).(Dok. KPH Randublatung)

Kadivre Jateng Dorong KPH Randublatung Diversifikasi Usaha

BLORA[BahteraJateng] — Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perum Perhutani Jawa Tengah, Suratno, mendorong KPH Randublatung melakukan diversifikasi usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan dari sektor kayu.

Dorongan tersebut disampaikan Suratno saat melakukan kunjungan kerja ke KPH Randublatung, Blora pada Selasa (25/8). Dalam kunjungan itu, ia meninjau sejumlah lokasi, mulai dari Persemaian Kapuan, Kantor KPH Randublatung, Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Randublatung III, hingga Pos 22 Ngliron.

Suratno mengatakan, diversifikasi usaha penting dilakukan karena struktur pendapatan KPH Randublatung saat ini masih sangat bergantung pada sektor kayu. Sekitar 99 persen pendapatan KPH tersebut masih berasal dari kayu.

“Ke depan harus mulai membuat portofolio usaha di bidang lain selain kayu. Kita tidak boleh hanya bergantung pada satu sumber pendapatan,” kata Suratno.

Menurut dia, dinamika bisnis kehutanan ke depan sulit diprediksi sehingga KPH perlu memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam dan berkelanjutan. Potensi usaha di luar kayu dinilai perlu terus digali sesuai karakteristik wilayah dan peluang pasar.

Selain diversifikasi usaha, Suratno meminta KPH Randublatung mengevaluasi jenis tanaman yang dikembangkan. Tanaman dengan nilai ekonomi rendah secara bertahap dapat digantikan dengan komoditas yang memiliki prospek lebih baik.

Beberapa jenis tanaman yang dapat dipertimbangkan antara lain mahoni, jabon, balsa, serta tanaman produktif lainnya yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan pasar.

“Pengelolaan hutan tidak cukup hanya berorientasi pada rutinitas. Ciptakan inovasi-inovasi baru sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.

Suratno juga mengingatkan jajaran Perhutani agar menjalankan jabatan sebagai amanah dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.

Administratur/KKPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro mengatakan, arahan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan bagi jajaran KPH Randublatung untuk melakukan perbaikan.

“KPH Randublatung siap menindaklanjuti dengan memperkuat kerja sama, menggali potensi, dan mengembangkan inovasi usaha yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” kata Rovi.

Ia menambahkan, koordinasi akan diperkuat mulai dari tingkat manajemen hingga lapangan, termasuk mengoptimalkan peran Asper/KBKPH dalam menerjemahkan kebijakan perusahaan menjadi langkah konkret.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *