Kisah Haru Penjual Pecel, Berniat Donor Mata untuk Gus Dur
SEMARANG[BahteraJateng] – Sebuah kisah inspiratif dan mengharukan datang dari seorang penjual pecel bernama Suprihatin yang mengungkapkan keinginannya untuk mendonorkan matanya kepada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), demi bisa melihat tokoh idolanya itu kembali mencalonkan diri sebagai presiden RI.
Cerita ini diungkapkan oleh putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, dalam acara “The Unified Great Heroes” yang digelar oleh Yayasan Wahid Hasyim di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Semarang pada Sabtu (26/4).

Inayah mengisahkan pertemuannya dengan Suprihatin menjelang Pilpres 2004. Ia awalnya sempat berprasangka buruk saat perempuan penjual pecel itu datang ke kediaman mereka di Ciganjur.
Ia mengira tamu tersebut hanya ingin meminta bantuan setelah memuji-muji Gus Dur.

Namun dugaannya meleset. Tanpa disangka, Suprihatin menyampaikan kekecewaannya karena Gus Dur tidak bisa kembali mencalonkan diri akibat persoalan kesehatan, terutama gangguan penglihatan.
Ia kemudian menyatakan niat tulusnya untuk mendonorkan kedua matanya agar Gus Dur dapat lolos tes kesehatan dan kembali menjadi presiden.
“Saya dan suami sudah sepakat untuk memberikan dua mata saya untuk Pak Gus Dur,” kata Suprihatin, seperti ditirukan oleh Inayah.
Mendengar pernyataan tersebut, Inayah mengaku terkejut dan tersentuh hingga tak kuasa menahan air mata. Ia berpura-pura mengambil air minum sebagai alasan untuk menenangkan diri.
“Saya masuk kerumah menangis, merasa berdosa sudah suudzon kepada beliau. Ternyata ibu Suprihatin benar-benar tulus,” ungkapnya penuh haru.
Sayangnya, itu menjadi pertemuan terakhir Inayah dengan Suprihatin. Sang penjual pecel tidak memiliki ponsel, dan hanya meninggalkan nomor ketua RT sebagai kontak. Hingga kini, Inayah belum pernah lagi bertemu dengannya.
Cerita ini menjadi bukti betapa besar cinta rakyat terhadap Gus Dur, sosok presiden yang dikenal humanis, sederhana, dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.(sun)

